KAPP Mendorong Kebangkitan Ekonomi OAP Melalui Pergub

0
52
Ketua Umum KAP Provinsi Papua, Merry Yoweni (baju biru ditengah) bersama sejumlah asosiasi pengusaha asli Papua, saat memberikan keterangan pers. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

Ketua Umum KAP Provinsi Papua, Merry Yoweni (baju biru ditengah) bersama sejumlah asosiasi pengusaha asli Papua, saat memberikan keterangan pers. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kamar Adat Pengusaha Papua atau KAPP mendorong kepala daerah untuk segera menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Perdasus No 18 tentang Ekonomi Kerakyatan.

Menurut Ketua Umum KAP Provinsi Papua, Merry Yoweni, dengan ditandatanganinya Pergub itu maka, pengusaha orang asli Papua (OAP) akan mendapat dukungan bantuan perekonomian sebesar tiga persen dari dana Otonomi Khusus.

“Sebab dalam Perdasus 18 sudah mengamanatkan dana Otsus tiga persen untuk pengusaha OAP. Ini tentu merupakan sebuah pemberdayaan yang sangat baik dimana selama ini, sangat susah bagi pengusaha OAP untuk mendapatkan akses permodalan dari sistem perbankan,” katanya.

“Sehingga bentuk dukungan (dari tiga persen dana Otsus) ini bisa mendukung pengusaha OAP. Apalagi selama sekian tahun belum ada pengusaha OAP di NKRI yang bisa diandalkan dalam bidang perekonomian,” ujar Ketua Umum KAP Provinsi Papua, Merry Yoweni, di Jayapura, Selasa (22/8/2017) kemarin.

Bila tak ada halangan, lanjut dia, pihaknya bersama asosiasi mitra pengusaha Papua berencana mendeklarasikan Kebangkitan Ekonomi OAP pada 30 Agustus 2017 mendatang, di kantor Gubernur Dok II Jayapura.

KAPP Konsisten mendorong kebangkitan ekonomi orang asli Papua melalui Pergub 18. (Eveerth/LintasPapua.com)

Dimana seluruh anggota KAPP yang berjumlah sekitar 10 ribu orang, akan turun mendukung kegiatan deklarasi itu. “Sebab sudah saatnya kami bangkit untuk meminta hak kami diperhatikan sebagai aktor pembangunan di tanah Papua,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Asli Papua (HIPAPRI), Frangky Mirino mengatakan , selaku pengusaha OAP, terpanggil untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan.

Dengan demikian, dibawah payung KAPP,pihaknya mendukung penuh aksi deklarasi mendorong Gubernur menandatangani Pergub Juknis Pelaksanaan Perdasus 18, sehingga seluruh pengusaha OAP bisa maju bersama saudara serumpun, membangun dari sisi ekonomi.

Ketua Umum KAP Provinsi Papua, Merry Yoweni (baju biru ditengah) bersama sejumlah asosiasi pengusaha asli Papua, saat memberikan keterangan pers. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

Senada juga perwakilan Asosiasi Pengrajin Noken Asli Papua, Merry Dogopia. Pihaknya berharap Gubernur Lukas Enembe segera mengesahkan Pergub Ekonomi Kerakyatan itu.

“Sebab Pergub ini akan sangat membantu dan mendukung kami para pengusaha OAP, dalam hal pemberian modal dan dukungan lainnya,” katanya.

Gubernur Papua, Lukas Enembe Bantu Modal Untuk 5.000 Pengusaha

Sebagaimana informasi yang dikutip dari ANTARA, menjelaskan Pimpinan Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe telah menggelontorkan bantuan modal usaha kepada lebih dari 5000 pengusaha asli Bumi Cenderawasih, yang dikirimkan langsung ke rekening masing-masing.

Ketua Umum KAPP Pusat Merry Yoweni, mengatakan dalam kurun waktu enam sampai delapan bulan, bantuan modal usaha ini telah digelontorkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua.

“Kami mengkoordinasikan semua itu dengan baik dan telah melaporkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepada pemerintah daerah,” katanya.

Merry menuturkan LPJ tersebut merupakan bukti bahwa anak-anak Papua mampu bertanggungjawab terhadap uang negara yang diberikan oleh pemerintah.

“Laporan penggunaan dana penting dilakukan karena merupakan bukti pertanggungjawaban kami kepada pemerintah provinsi yang telah memberikan kepercayaan untuk mengelola dana besar,” ujarnya.

Selain itu, dengan memberikan laporan juga membuktikan jika KAPP sangat transparan terhadap anggaran yang dikelola.

“Pasalnya, kepercayaan yang diberikan pemerintah provinsi itu merupakan penghargaan besar, untuk itu harus direspon dengan sangat baik,” katanya lagi.

Dia menambahkan, Papua membutuhkan pemimpin yang tidak hanya melihat ke atas, tetapi juga ke bawah khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi kerakyatan seperti bantuan modal usaha bagi pengusaha asli Bumi Cenderawasih ini.
(Erwin /Koran Harian Pagi Papua)