ASN Papua Diminta Tidak Malas dan Rajin Masuk Kantor Tepat Waktu

0
115
ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua saat mengikuti arahan dalam Apel Senin pagi kemarin, di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura. (Erwin)

ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua saat mengikuti arahan dalam Apel Senin pagi kemarin, di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura. (Erwin)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam apel pagi serta mangkir saat jam kantor, menjadi sorotan tajam Kepala Daerah. Meski terancam sanksi tegas, sebagian dari mereka seperti tak mau ambil pusing dengan aturan itu.

“Makanya saya imbau, mari kita sebagai ASN menyadari apa yang menjadi tugas dan kewajiban kita,” ujar Asisten Elysa di Jayapura, Senin (21/8/2017) kemarin.

Secara umum dia menilai, tingkat kedisiplinan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua masih sangat rendah. Indikatornya hingga kini masih saja ditemukan sejumlah pegawai yang tak hadir dalam apel dan mangkir saat jam kerja.

Menyikapi hal itu, dirinya meminta, pimpinan SKPD agar memberikan teguran tertulis kepada pegawai tersebut. Dilain pihak, memotivasi pegawai agar masuk kantor tepat waktu dan tak mangkir saat jam kerja.

“Sebab perubahan itu harus dimulai sejak sekarang. Dengan demikian segala bentuk ketidakdisiplinan akan bisa di minimalisasi,” katanya.

Menyikapi berbagai laporan itu, Asisten Bidang Umum Setda Papua, Elysa Auri mengimbau, agar semua Aparatur Sipil Negara untuk disiplin dan wajib memenuhi panggilan tugasnya.

Sebab sebagai pegawai yang digaji oleh negara, sudah sepatutnya ASN meningkatkan disiplin dan kinerja pasca peringatan HUT kemerdekaan ke-72 RI beberapa waktu lalu

Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Papua saat mengikuti satu kegiatan, beberapa waktu lalu. (Erwin)

Sementara untuk meningkatkan disiplin ASN, Pemprov Papua berencana menetapkan lima SKPD terbaik. Hal itu, sebagai contoh untuk memacu SKPD lainnya untuk meningkatkkan disiplin pegawai.

“Sehingga nanti ada penghargaan dan hukuman bagi ASN yang berprestasi maupun yang malas. Sebab penentuan lima SKPD terbaik ini, berkaitan erat dengan pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP),” katanya.

“Kenapa ini harus dilakukan, sebab pada Oktober dan November kita dan KPK akan meluncurkan TPP. Dimana pegawai yang rajin akan menerima tunjangan lebih besar dari yang malas,” jelasnya. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)