Pembangunan Stadion Utama Papua Bangkit Capai 9,25 Persen

0
156

depan Tim
Technical Delegate Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh
Indonesia (PP PBSI) Eddy Yanto Sabarudin dan Icuk Sugiarto, Senin (21/8), kemarin. saat meninjau stadion utama Papua Bangkit. (Geis Muguri)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Project Manager PT. PP Persero Tbk Dwi Aji Wicaksono mengaku, progres pembangunan Stadion Utama Papua Bangkit untuk penyelenggaraan pembukaan dan penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON)
XX Tahun 2020 di Papua paling cepat dari rencana sejak dibangun pada bulan Mei 2017 lalu.

“Sampai dengan bulan Agustus ini realisasi progres pembangunan stadion Papua Bangkit mencapai 9. 25 persen, lebih cepat lima persen dari target awal kita,” ujar Aji Wicaksono pada pemaparannya di depan Tim Technical Delegate Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Eddy Yanto Sabarudin dan Icuk Sugiarto, Senin (21/8/2017) kemarin.

Dirinya menjelaskan, kenapa pembangunannya lebih cepat, karena pekerjaannya dilakukan 24 jam dengan dukungan 352 orang dengan pekerjaan utama di areal yang kritis. Yakni pekerjaan struktur pengecoran pondasi.

Untuk data pencapaian pekerjaa sampi minggu ini, yakni pemasangan lahan 92 persen, borepile 2,047 titik dari total 3.109 titik (64,84 persen), pilecap dan Tie Beam 9,38 persen, pengecoran kolom lantai I 6,25 persen, saluran utama jalan masuk 15 persen dan pabrikasi bed precast on goin.

“Untuk progres pembangunan pengecoran pondasi lebih cepat dari waktu yang kita rencanakan sebelumnya. Oleh karena itu, dirinya optimis stadion Papua Bangkit akan selesai sesuai dengan kontrak kerja yakni akhir Desember 2018,” katanya.

Pengeboran awal untuk penancapan tiang pancang pembangunan Stadion Papua Bangkit di Kampung Harapan, oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Elia Loupatty., beberapa waktu lalu. (Erwin)

Dikatakan, jika pembangunan pondasi sudah selesai, masuk dengan finishing. Pada tahap ini, tentunya kita akan kembali menambah pekerja sebanyak 228 orang. Dengan demikian, pekerja yang akan melakukan aktifitas di stadion utama PON sebanyak 580 orang.

Disinggung hubungan pihak perusahaan dengan masyarakat setempat, Aji mengaku hubungan sangat baik. Bahkan, pihak perusahaan ada merekrut masyarakat lokal setempat untuk dikerjakan sebagai security dan Sefety atau Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (3K). “Untuk pekerjaan pondasi stadion kita harus datangkan dari luar Papua sesuai dengan kealihan dalam bekerja,” ucapnya. (Geis Muguri / Koran Harian Pagi Papua)