Jelang PSU, KPU Papua Gelar Rakor Bersama Forkompimda

0
285
Ilustrasi Suasana Warga Saat Ikut Pencoblosan pada Pemilukada 15 Februari 2017 lalu (LintasPapua.com)

SENTANI (LINTAS )- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua yang dalam hal ini KPU Kabupaten Jayapura melakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan unsur Forkompimda jelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU), Jumat (18/8) malam lalu di Ballroom Grand Allison Hotel, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

Hadir dalam kegiatan tersebut, dua Komisioner KPU Papua Izak R. Hikoyabi dan Musa Sombuk, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Jayapura Yanto Dago, Ketua DPRD Kabupaten Jayapura Edison Awoitauw, ST, Kapolres Jayapura AKBP Gustav R. Urbinas, SH, S.IK, dan Danyonif Khusus 751/Raider Letkol Inf. Akmil Satria Martha Yudha.

Komosioner KPU Papua, Musa Sombuk menyampaikan, bahwa kegiatan ini adalah rapat koordinasi (Rakor) menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Jayapura pada tanggal 23 Agustus 2017 mendatang.

“Ya, rapat koordinasi ini adalah hal yang biasa dilakukan oleh KPU menjelang hari-hari pemungutan suara. Kalau untuk PSU, rapat ini kita gelar untuk menyatukan langkah antara tiga komponen penting yang terkait dengan penyelenggaraan baik KPU, kemudian Bawaslu dan pihak Kepolisian yang mengamankan, jelasnya.

“Tadi (Jumat, 18/8 malam lalu) kita sudah mendengar bersama-sama kesiapan dari masing-masing unsur ini. Lalu kita melihat dan mendengar sendiri baik KPU, Panwas maupun Kepolisian sudah siap. Dalam artian, tiga komponen ini sudah menyatakan kesiapannya tersebut, berarti pelaksanaan PSU tanggal 23 Agustus tidak ada halangan dan bisa berjalan, tambah Musa.

Lebih lanjut Musa menyampaikan dalam rapat koordinasi ini, pihaknya mendapat tanggapan dan dukungan serta saran dari unsur Forkompimda, yakni pihak DPR mendukung PSU tanggal 23 Agustus tidak boleh ada penundaan, kemudian juga dari pihak TNI dan pemerintah daerah.

Dari hasil rapat ini, kita bisa menilai situasi di lapangan kondusif. Dalam beberapa hari ke depan itu digencarkan sosialisasi berbagai pihak, terutama kepada para pemilih supaya mereka datang ke TPS pada tanggal 23 Agustus nanti guna hak pilihnya, beber dia.

Musa mengatakan, kegiatan rakor ini juga sudah memetakan sejumlah persoalan yang perlu diantisipasi. Termasuk kendala-kendala seperti transportasi, penggunaan helikopter ke satu titik, sinkronisasi jadwal pergeseran logistik antara KPU dengan pihak keamanan yang melakukan pergeseran pasukan baik pergi dan pulangnya serta antisipasi tentang proses setelah pelaksanaan PSU baik rekapitulasi bertingkat yang dimulai dari KPPS, TPS dan Distrik.

“Itu semua kita sudah dibicarakan, dan didahului dengan penandatanganan NPHD tambahan untuk 32 TPS yang direkomendasikan Bawaslu untuk diikutkan dalam PSU dan KPU sudah memutuskan 32 itu setelah dicermati di dua distrik yaitu Namblong dan Kaureh,” imbuhnya.

Katanya, Kami dari KPU selaku penyelenggara semakin yakin pada tanggal 23 Agustus akan jalan. Ini bukan koordinasi yang terakhir, pasti ada koordinasi lain yang jauh lebih intensif, tergantung situasi yang ada di lapangan.

“Selain itu, kami harapkan adanya penyebaran informasi yang sehat dan konstruktif mengenai PSU inI,
Kita juga harap seperti penggunaan media sosial ini lebih profesional dan membangun, tidak untuk memprovokasi dan membuat keributan atau memancing keributan serta memecah belah. Karena tekad kita semua adalah untuk mensukseskan dan memohon partisipasi semua pihak, sehingga tidak ada gangguan dan pada saat pelaksanaan PSU Pilkada Kabupaten Jayapura yang merupakan PSU terkahir di Papua ini dapat berjalan dengan baik, harapnya. (Irf /Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here