Kam Stop Lempar Kalau Nonton, Akibatnya Persipura Terkena Sanksi Rp. 22 Juta

0
91
Ilustrasi suasana Persipura saat bermain di Lapangan Mandala, saat melawan Bali United, dengan kemenangan 3 - 1. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

Persipura saat bermain di Lapangan Mandala melawan Bali United, dengan kemenangan 3 – 1. (Eveeerth /LintasPapua.com)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Liga 1, mengeluarkan sanksi bagi tim Persipura Jayapura. Dalam kasus pelanggaran disiplin sebesar 22,500, 000, (dua puluh dua juta, lima ratus ribu rupiah) kepada Panitia Pelaksana Pertandingan 076/L1/SK/KD-PSSI/VIII/2017. Terkait tingkah laku buruk suporter Persipura Jayapura, di pertandingan Persipura Jayapura vs Bali United di Stadion Mandala, tanggal 9 Agustus 2017 lalu.

Sidang yang dihadiri oleh Ketua : Asep Adwin Firdaus. Wakil Ketua Umar Husin dan Anggota Dwi Irianto, Yusuf Bachtiar dan Eko Hendro, mengeluarkan suart disiplin tanggal 16 Agustus kemarin. Dengan Fakta dan Pertimbangan, bahwa tanggal 9 Agustus 2017, bertempat di Stadion Mandala Jayapura telah berlangsung pertandingan Liga 1, antara Persipura Jayapura melawan Bali United. Dimana supporter Persipura Jayapura terbukti menyalakan petasan dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin. Supporter Persipura Jayapura telah melakukan pelanggaran berulang.

Dengan itu Komdis menjatuhkan sanksi dengan Keputusan. Merujuk kepada pasal 65 jo, pasal 66 ayat (1) jo pasal 40 ayat (1) kode disiplin PSSI , Persipura Jayapura dihukum denda sebesar Rp. 22, 500,000,- (dua puluh dua juta lima ratus ribu rupiah), karena telah terjadi pelanggaran terhadap pasal 65 jo. Pasal 66 ayat (1) kode disiplin PSSI.

Persipura saat bermain di Lapangan Mandala melawan Bali United, dengan kemenangan 3 – 1. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

Denda yang wajib dibayar selambat-lambatnya 14 hari setelah diterimanya keputusan ini oleh Persipura Jayapura. Pengulangan terhadap pelanggaran terkait diatas akan berakibat hukuman yang lebih berat. Terhadap keputusan ini tidak dapat diajukan banding sesuai dengan pasal 118 kode disiplin PSSI.

Terkait dengan itu Sekretaris Umum Persipura Jayapura, Rocky Bebena S.Pd., mengatakan, berdasarkan komisi disiplin Liga 1 pertandingan 9 Agustus 2017 yang lalu antara tuan rumah Persipura Jayapura menghadapi Bali United.

Panitia pelaksana mendapat lagi sanksi dari Komdis terkait dengan aksi pembakaran flear/petasan, pada saat pertandingan berlangsung, pada saat itu Panpel sudah menyampaikan kepada Mett Comisioner/pengawas pertandingan bahwa aksi itu dilakukan diluar Stadion.

“Sesuai dengan aturan bahwa sepanjang pertandingan memang dilarang aksi flear, bunyi-bunyian atau petasan. Itu pun jugaa dua jam sebelum pertandingan itu masih menjadi tanggung jawab panitia sehingga kejadian diluar Stadion maupun didalam,” Kata Rocky Bebena, di Jayapura, Jumat(18/8/2017).

Rocky Bebena berharap dengan sanksi ini, jangan sampai penonton membuat hal-hal lagi yang tidak penting dan tidak mendukun tim sama sekali. Bagian dari euforia itu pasti tetapi tidak terlalu dilakukan dengan aksi yang merugikan tim. Karena kita punya jalan untuk kompetisi iini masih panjang.

Suasana Pertandingan Persipura vs Madura United di Lapangan Mandala, Sabtu (26/11/2016) (LintasPapua.com/Eveerth)

“Untuk menuju sukses menjadi juara itu masih ada beberapa lagi pertandingan yang penting, ini merupakan sanksi ketiga yang sudah kita dapat dengan jumlah sanksi yang harus kita selesaikan sebesar 22,5 juta dan harus setor ke rekening PSSI selambat-lambatnya 14 hari dari sanksi yang dikeluarkan,” jelas Rocky.

Untuk itu mewakili manajemen Persipura, dirinya meminta kepada semua supporter bahkan penonton yang ada bahwa tanggal 28 nanti saat tim Persipura menghadapi Persib Bandung, kita harapkan kepada Persipura Mania dan Pecinta Persipura tidak seperti itu lagi.

Sekretaris Umum Persipura Jayapura, Rocky Bebena S.Pd. (Geis Muguri)

“Ini mungkin hal yang dianggap sepele tetapi, sangat berdampak sekali bagi pendapatan Panpel dalam rangka memberikan kontribusi untuk pelaksanaan pertandingan dan juga kepada tim Persipura Jayapura. Kalau kita memberikan spirit dengan sportif dan hasil tren kita sangat positif tapi ini, akan lebih berdampak jelas kepada tim, ketimbang kita memberikan apresiasi, tapi apresiasi dan reward yang kita berikan itu justru menimbulkan sanksi. Kita harapkan jangan sampai terjadi seperti itu,” harapnya. (Geis Muguri /Koran Harian Pagi Papua)