146 Warga Binaan Lapas Narkoba Doyo Terima Remisi

0
84

Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Abepura (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)
SENTANI (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, menjadi Inspektur Upacara (Irup) dalam upacara HUT RI ke-72 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A Jayapura, Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Kamis (17/8) lalu yang dihadiri Sekda Kabupaten Jayapura, Drs. Yerry F. Dien, M.Si, sejumlah Kepala OPD di lingkup Pemkab Jayapura dan para unsur Forkompimda Kabupaten Jayapura.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mathius juga menyerahkan pemberian remisi umum dari Kemenkum&HAM secara simbolis kepada dua orang perwakilan narapidana (Napi).

Disaat yang sama, Bupati Mathius juga membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly. Dalam petikannya mengatakan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sebagai sarana dalam nation and character building harus dapat memberikan sebuah makna bahwa negara dituntut untuk program pembinaan.

Salah satu yang diharapkan dapat menstimulir setiap narapidana dan anak agar mampu melakukan self propelling adjustment, yaitu kemampuan penyesuaian diri untuk kembali kemasyarakat dan ikut berperan aktif dalam pembangunan.

Terkait dengan hal itu, pemerintah memberikan apresiasi berupa pengurangan masa menjalani pidana (remisi) bagi narapidana dan anak yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi dan disiplin tinggi dalam mengikuti program pembinaan dengan baik serta telah memenuhi persyaratan yang ditentukan.

“Tadi (Kamis, 17/8) Menteri Hukum dan HAM sudah memberikan remisi kepada 146 warga binaan di Lapas Narkoba Doyo ini. Setiap tahun di hari-hari besar atau hari-hari keagamaan, Negara melalui berbagai pertimbangan dan penilaian terhadap pembinaan-pembinaan yang dilakukan, sehingga ada pengurangan-pengurangan masa tahanan di Lapas Doyo ini,” katanya ketika dikonfirmasi wartawan usai pemberian remisi.

“Kita berharap untuk saudara-saudara kita yang mendapatkan kesempatan pengurangan dari masa tahanan disini atau dalam bentuk remisi yang sudah disampaikan pada Kamsi (17/8/2017), mudah-mudahan terus memotivasi untuk bisa meningkatkan kerjasama dengan para petugas disini dalam upaya-upaya pembinaan ini. Supaya dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa kembali kemasyarakat dan menjadi warga yang baik, menjadi contoh, teladan serta bisa membagi pengalaman kepada masyarakat di lingkungannya,” harap Mathius.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas II A Narkotika Doyo Baru, Sulistyo Wibowo mengatakan sebanyak 174 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Doyo Baru mendapat remisi HUT Kemerdekaan RI. Yakni, sebanyak 3 orang mendapat remisi langsung bebas. Dan, sebanyak 110 orang mendapat remisi I, serta 1 orang mendapat remisi PP No 28 Pasal 34 Ayat 3.

Katanya, untuk remisi PP No 99 tahun 2012, diusulkan remisi umum (RU) I sebanyak 29 orang. Realisasinya RU I, sebanyak 28 orang.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si. (Irfan)

Menurut Kalapas Sulistyo, jumlah keseluruhan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Narkotika Doyo Baru ini sebanyak 326 orang.

Selain itu, katanya, Lapas Narkotika mengalami kekurangan tenaga petugas. Sebab, adanya pembentukan organisasi baru.

“Kalau tenaga memang dari awal saya datang itu 71, sekarang cuma 67 orang per 1 Agustus 2017. Ini juga nanti ada yang pindah-pindah, karena berkaitan dengan pembentukan organisasi baru. Yakni, LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak) yang akan ditempatkan di Lapas Abepura dan LPP (Lembaga Pemasyarakatan Perempuan) yang sementara penempatannya di Lapas Narkotika ini,” tukasnya. (Irfan /Koran Harian Pagi Papua)