Pemkot Ajak Semua Pihak Dukung Port Numbay Jadi Kota Layak Anak

0
4
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (PPPA), Yohana Yembise , saat bersama anak - anak sekolah di PTC Entrop. (Fransisca/LintasPapua.com)

– Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (PPPA), Yohana Yembise , saat bersama anak – anak sekolah di PTC Entrop. (Fransisca/LintasPapua.com)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Guna mewujudkan Kota Jayapura sebagai kota layak anak, Wakil Walikota menegaskan ini menjadi komitmen bersama semua pihak.

Wakil Walikota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM, dalam sambutannya mengatakan. anak adalah aset bangsa, negara, keluarga dan sekolah oleh karena itu mereka harus mendapat pendidikan yang baik.

“Untuk mencapai kota layak anak adalah tugas bersama dari Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, LSM, masyarakat dan media untuk mendukung terlaksana progra Kota Layak anak.” Jelasnya wakil Walikota, saat memberikan sambutan pelatihan sekolah ramah anak, di SMK Negeri 5 Jayapura, 16 agustus 2017.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (PPPA), Yohana Yembise, saat berikan kuis kepada anak – anak sekolah. (Eveerth Joumilena/LintasPapua.com)

Harapannya, agar pihak sekolah harus menciptakan suasana yang baik dan nyaman di lingkungan sekolah, untuk membangun generasi muda kedepannya. dari lingkungan sekolah dan keluarga, untuk membentuk pola pikir pada anak yang baik.

Untuk terwujudnya semua terget yang akan dicapai, Pemerintah Kota akan melakukan langkah-langkah bekerja sama dengan BUMN dan BUMD untuk mendesain Piloct Project untuk membuat taman bermain anak, taman baca, untuk anak bisa berekspresi tenang aman dan nyaman. dengan merasa aman dan nyaman terhadap anak, itu dengan sendirinya akan menciptakan kota layak anak, dengan target akan rampung pada 2018 nanti.

Deputi Menteri Bidang Perlindungan Anak, Leni Rosali, menambahkan untuk mencapai kota layak anak harus membuat komitmen dalam perlindungan anak, dan harus melakukan beberapa indikator sebagai syarat kota layak anak.

“Untuk kota jayapura, kota layak anak harus di wujudkan, kami berterimah kasih karena Kota Jayapura sudah memiliki peraturan daerah tentang kota layak anak, deputi dan menargetkan tahun 2018 Kota Jayapura harus menjadi kota layak anak.” tambahnya.

Sebuah Aksi Para Penari dengan menyatakan hentikan kekerasan terhadap anak dan lainnya melalui spaduk. (Fransisca /LintasPapua.com)

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB), Betty Puy, mengatakan pelatihan sekolah rama anak pada tenaga pendidik sekolah, SMA, SMP dan SD, di ikuti 16 sekolah di Kota Jayapura.

Kegiatan pelatihan sekolah ramah anak ini ditandai penabuhan tifa yang dilakukan oleh WaKil Walikota Jayapura, Deputi Menteri bidang Perlindungan Anak dan Kadis Dp3 dan KB kota Jayapura. (Humas Pemerintah Kota Jayapura)