Kerukunan Umat Beragama di Papua Patut Dicontoh

0
27

Kota Jayapura. (Eveerth Joumilena/LintasPapua.com)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Papua, Jannus Pangaribuan menilai kerukunan umat yang terjalin di Bumi Cenderawasih, wajib untuk dicontoh semua pihak yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Salah satu contoh kecil yang dapat dilihat, yakni pelaksanaan kegiatan keagamaan yang berjalan beriringan, seperti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawai) dan (Musabaqah Tilawatil Quran)MTQ di Kabupaten Jayapura yang berlangsung secara bersamaan.

“Itu jadi menjadi salah satu contoh kecil yang sudah diwujudkan dalam toleransi dan kerukunan umat beragama,”terang dia yang mewakili Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) memberikan penghargaan kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Sebelumnya Gubernur Lukas Enembe dinilai berhasil menjaga toleransi umat beragama di Papua. Sehingga melalui penyerahan penghargaan itu, diharapkan dapat memotivasi peningkatan kerukunan antar umat beragama di seluruh Papua.

“Yang pasti pemberian penghargaan ini merupakan apresiasi yang sangat tinggi dari pemerintah pusat atas perhatian Gubernur Papua terhadap kerukunan umat beragama di bumi cenderawasih,” katanya.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH., saat memberikan keterangan pers. (Eveerth Joumilena/LintasPapua.com)

“Sehingga penghargaan ini kita patut apresiasi kepada Gubernur Papua yang sudah bekerja semaksimal mungkin dalam mewujudkan dan memelihara toleransi beragama,”ucapnya.
Dia menambahkan, Papua merupakan miniatur Indonesia dimana semua agama, suku dan ras mendiami provinsi ini.Oleh karenanya, pihaknya setuju jika Papua menjadi ikon kerukunan umat beragama di seluruh Indonesia.

“Ada banyak hal yang bisa dijadikan.Contohnya selain pembangunan rumah ibadah, di Papua iniada semua suku dan saling melengkapi. Bukan hanya itu, keterlibatan unsur-unsur agama dalam mengamankan peringatan hari-hari besar keagamaan juga patut menjadi contoh,” tuturnya.

“Karenanya, pemberian penghargaan ini merupakan hasil evaluasi di 2016. Sehinggauntuk pemberian penghargaan di 2018 akan dievaluasi pada tahun ini,” tambahnya. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)