Sekolah Formal Dinilai Perlu Bentuk Sanggar Seni

0
42
Staf Dinas Kebudayaan Provinsi Papua, Drs. Aloysius Y. Nafurbenan. (Eveerth/LintasPapua.com)

Staf Dinas Kebudayaan Provinsi Papua, Drs. Aloysius Y. Nafurbenan. (Eveerth/LintasPapua.com)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Staf Dinas Kebudayaan Provinsi Papua, Drs. Aloysius Y. Nafurbenan mengatakan, bahwa perlunya dibuka sanggar – sanggar seni budaya di sekolah, karena penting untuk pelajar dapat mengekspresikan melalui saluran budaya tersebut.

Hal ini disampaikan Aloysius Y. Nafurbenan, sekaligus menjelaskan, bahwa banyak kekurangan dari sekolah jika para siswa hanya datang dan belajar mata pelajaran kesenian saja.

“Waktu satu dua jam belajar kesenian tidaklah cukup, sebab perlu ada bakat yang disalurkan lewat sanggar, yang bisa diadaakan disekolah,” ujar Aloysius Y. Nafurbenan, kepada Harian Pagi Papua, Selasa (15/8/2017).

Mantan Kepala UPTD Taman Budaya Papua ini menjelaskan, bahwa perlu ada pembelajaran budaya yang lebih pada anak – anak sekolah, sehingga sanggar sangat tepat.

Dirinya menambahkan, sebagai contoh beberapa kegiatan seni lukis kemarin yang diselenggarakan tentunya bertujuan untuk memotivasi kurikulum muatan nasional tahun 2013, anak – anak tidak hanya belajar di sekolah , tetapi bisa datang ke pasar seni atau tempat kerajinan rakyat, bahkan museum.

“Tentunya di kabupaten dan di kota kita punya museum, sehingga menjadi pusat informasi, dan ini kesempatan baik untk anak – anak mengetahui benda- benda budaya, namun juga sanggar – sanggar dibentuk disekolah sangat penting,” katanya. (*)