Polres Jayawijaya Kembali Tangkap Pengedar Sabu-Sabu

0
7
Kasat Narkoba Saat Menunjukan Barang Bukti Narkoba Jenis sabu-Sabu Di Ruang Kerjanya. (Ema)

Kasat Narkoba Saat Menunjukan Barang Bukti Narkoba Jenis sabu-Sabu Di Ruang Kerjanya. (Ema)
WAMENA (LINTAS PAPUA) – Polres Jayawijaya kembali berhasil menangkap seorang laki-laki pelaku pengedar narkoba jenis sabu-sabu, pada hari Jumat (11/8/2017) pukul 14.00 waktu Indonesia Timur.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba, SE.M.Si melalui Kasat Narkoba Polres Jayawijaya, Iptu Anwar Kayal menjelaskan, penangkapan berawal dari informasi yang di dapat dari seoragn masyarakat bahwa ada satu tempat di Pasar Jibama ada salah satu tempat transaksi narkoba jenis sabu-sabu.

Mendapat informasi tersebut pihak Polres Jayawijaya satuan Anrkoba langsung mengambil tindakan penyelidikan, dan berhasil menangkap pelaku berserta barang bukti berupa lima paket sabu-sabu seberat 0.8 gram dan uang hasil penjualan sebesar 2.5 juta.

“Memang pelaku ini sudah lama menjadi target satuan narkoba Polres Jayawijaya dan pada akhirnya berhasil menagkap pada hari jumat itu,” jelas Anwar.

Dikatakan Anwar, pelaku mengunakan Modus dengan jalan memesan barang dari makasar tanpa mengenal orangnya, hanya melalui komunikasi via telepon geanggam dan untuk pengirimannya menggunakan salah satu perusahaan jasa pengiriman yang ada di Wamena.

Dikatakannya, pihak polres Jayawijaya akan mengembangkan pengerjaran pelaku di Makasar menggunakan nomor handpone yang biasa digunakan komunikasi dengan pelaku di Wamena, dan jika sudah ada gambaran terang maka dalam waktu dekat kami akan mengungkap jaringan yang ada di Makasar.

“Sesuai dengan keterangan pelaku, yang mengkonsumsi ini itu kebanyakan supir, pedagang, yang kejar disalon dan ada provesi lain, dan untuk laporan keterangan ini kami akan kembangkan, karena kami tahu yang pasti ke Kabupaten pemekaran,” ungkap Kayal.

Lebihjauh dikatakan, untuk pelaku pengedar sendiri telah ditetapkan sebagai tersangkan dan dijerat pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal 20 Tahun penjara dan ancaman minimal 4 tahun penjara.

Ditambahkan, barang jenis-sabu-sabu yang dimiliki pelaku disimpan di kamar mandi tepatnya di dalam Celana Dalam (CD) Pelaku yang sedang tergantung di kamar mandu, dimana modus seperti ini merupakan modus operandi dan sudah dua kasus serupa yang telah diungkapkan Polres Jayawijaya satuan narkoba. (Ema)