Menteri Yohana Yembise Kampanye Program Berlian di Papua

0
100
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (PPPA), Yohana Yembise, saat berikan kuis kepada anak - anak sekolah di Kota Jayapura. (Eveerth Joumilena/ Koran Harian Pagi Papua)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (PPPA), Yohana Yembise, saat berikan kuis kepada anak – anak sekolah. (Istimewa)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – “Jaga Papua dengan melindungi perempuan dan anak-anak yang ada di tanah Papua.” Pesan tersebut disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise di hadapan ratusan anak, guru, dan pemerintah daerah Jayapura dalam kegiatan Bersama Lindungi Anak (BERLIAN) di Kota Jayapura, di Papua Trade Center (PTC) Entrop, Sabtu (12/8/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Yohana berharap kehadirannya dapat menginspirasi anak-anak Papua. “Angka kekerasan terhadap anak di tanah Papua masih tinggi. Sampai sekarang di tanah Papua belum ada satu Kabupaten/Kota yang mendapatkan penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Ini menunjukkan bahwa perhatian khusus kepada anak-anak masih sangat rendah yang diberikan oleh Pemda. Oleh karena itu, Kementerian PPPA menyelenggarakan kegiatan ini untuk membangkitkan semangat pemerintah daerah agar lebih memperhatikan anak-anak Papua,” ujar Menteri Yohana, dalam sambutannya di panggung acara.

Dijelaskan, bahwa Kemen PPPA terus melakukan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak salah satunya melalui kegiatan BERLIAN. Menteri Yohana menjelaskan bahwa BERLIAN adalah program sosialisasi dan advokasi Kemen PPPA dalam rangka mengakhiri kekerasan terhadap anak ke berbagai wilayah di Indonesia. Sebab, seluruh masyarakat harus sadar pentingnya mengawasi tumbuh kembang anak, memenuhi hak-hak mereka, dan melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Menteri Yohana didampingi Sekretaris Kemen PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu memanfaatkan kegiatan BERLIAN untuk dapat menjalin kedekatan bersama anak-anak yang hadir dengan menyanyi, menari bersama, dan membagikan sejumlah hadiah pada sesi tanya jawab.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (PPPA), Yohana Yembise, foto bersama para siswa penari. (Fransisca/LintasPapua.com)


Acara yang dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise menghadiri kampanye ‘Bersama Melindungi Anak’ atau Berlian yang digelar di PTC Entrop, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (12/8/2017). Dalam kesempatan tersebut Menteri Yohana yang akrab disapa Mama Yo itu disambut oleh Asisten I Setda Kota Jayapura Hanock Wambukomo, Staf Ahli Gubernur Papua JO Anna Rumbiak, Kapolsek Jayapura Selatan Kompol Heru Widianto dan pimpinan OPD lingkup Kota Jayapura dan Provinsi Papua.

“Selamat datang buat Ibu Menteri Prof DR Yohana Yembise di Kota Jayapura dalam acara kampanye Berlian, mohon maaf Wali dan Wakil Wali Kota Jayapura tidak bisa hadir karena sedang menghadiri kegiatan lainnya dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI,” kata Hanock.

Pada momentum itu, Hanock mengemukakan bahwa Menteri Yohana merupakan teman sekelas semasa sekolah di tingkat pertama di SMP St Paulus Jayapura.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (PPPA), Yohana Yembise, didampiingi Asisten I Setda Kota Jayapura, Hanok Wambukomo, usia pembukaan acara Berlian di PTC Entrop. (Fransisca/LintasPapua.com)
“Saya mewakili Wali Kota Jayapura Benhur Tomy Mano tidak bisa berikan sambutan yang lama dan panjang, karena ada Gubernur Papua. Harapannya Ibu Menteri Yohana tetap memperhatikan anak-anak Indonesia dari Papua,” kata Hanock Wambukomo.
Sementara itu, JO Anna Rumbiak yang membacakan sambutan Gubernur Lukas Enembe mengatakan anak merupakan generasi penerus bangsa, yang harus diperhatikan oleh semua pihak, selain orang tua.

“Anak berhak hidup dan mendapatkan hak-haknya, mulai dari pembimbingan dan perlindungan itu adalah tanggung jawab orang tua, keluarga, lingkungan dan pemerintah. Pengembangan SDM anak itu penting, karena merupakan penerus bangsa, termasuk di Papua,” katanya.

Dalam sambutan itu, Anna juga menyampaikan bahwa sejak Mama Yo memimpin Kementerian PPPA, ada empat daerah yang mendapat predikat kota layak anak dan sembilan daerah lainnya menuju kota layak anak.

Sebuah Aksi Para Penari dengan menyatakan hentikan kekerasan terhadap anak dan lainnya melalui spaduk. (Fransisca /LintasPapua.com)
“Empat daerah itu yakni Kabupaten Jayapura, Merauke dan Biak Numfor serta Kota Jayapura. Salah satu indikator untuk menjadi daerah layak anak adalah penerbitan akta lahir, harapannya daerah di Papua bisa terus di perhatikan sehingga menjadi kabupaten/kota layak anak seperti daerah lainya,” kata JO Anna Rumbiak membacakan sambutan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Pada kesempatan itu, Menteri Yo juga bermain bersama anak-anak sambil melantunkan lagu Sajojo, kemudian memberikan sejumlah pertanyaan yang kemudian dihadiahi tas berlogo Berlian. (Fransisca)