Menteri Yohana Yembise Hadiri Diskusi PUSPA Papua

0
3

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Papua, Anike Rawar, saat di wawancara. (Sisca/LintasPapua)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menghadiri kegiatan PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) dan diskusi bersama sejumlah aktivis dan pegiat pekerja perempuan dan anak, di Hotel Aston, Kota Jayapura, Sabtu (12/8/2017).

Menteri Yohana melakukan dialog bersama lembaga dan sejumlah perwakilan masyarakat tentang permasalahan perempuan dan anak di wilayah Papua.

Sementara itu, Kegiatan ini ditutup oleh Staff Ahli Gubernur Papua, Anna Rumbiak mengatakan, bahwa perlunya memberikan lebih perhatian kepada perempuan dan anak, terutama member perhatian pada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Pentingnya juga mempengaruhi perilaku hidup yang baik melalui pesan – pesan lewat ibadah,” katanya.
Kegiatan PUSPA (Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan Dan Anak) yang dilaksanakan di Hotel Aston telah berlansung dua hari sejak Jumat (11/8) hingga Sabtu (12/8/2017).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise. (Istimewa)
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua, Anike Rawar mengatakan, bahwa Tujuan PUSPA ialah pertemuan koordinasi fundamental yang dilakukan kementerian PPPA menyatukan visi dan misi lembaga terkait untuk kesejahteraan perempuan dan anak.

“Dengan berpesan untuk mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak, menghentikan perdagangan manusia serta akhiri kesenjangan ekonomi antara perempuan dan laki – laki,” katanya.

Ditambahkan, bahwa dalam tahun ini Kementerian memberikan kesempatan mengadakan kegiatan PUSPA dan pihaknya mengundang 11 kabupaten namun yang hadir 9 kabupaten.

“Harapan kami pastisipasi publik terbentuk di tanah papua, teman – teman yang di undang hari ini akan kembali ke daerah, memupuk team mereka sendiri, forum komunikasi perempuan dan anak, disitu forum akan menggali isu apa yang terjadi di kabupaten masing – masing,” ungkapnya.

Dikatakan, bahwa sesuai harapan Pemerintah Provisi Papua oleh Bapak Gubernur dan wakil Gubernur, perempuan – perempuan Papua harus segera bangkit dan sejahtera.

“Saya berharap melalui media ini bisa memberikan suara perempuan Papua juga ingin maju, bersaing dengan saudara kami yang berada di luar Papua,” katanya.

Diskusi, dari hasil pertemuan ini akan membentuk lagi forum komunikasi perepuan dan anak terdiri dari dinas , instasi terkait, tokoh terkait yang mau membangun Tanah Papua. (SJ)