Masyarakat Kabupaten Jayapura Diajak Tanam Sayuran di Pekarangan Rumah

0
984
Ilustrasi Hutan Sagu Disekitaran Danau Sentani di Kampung Ayapo (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH), mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menanam berbagai jenis pangan dan sayuran.

“Hal ini merupakan rencana dari Dinas TPH Kabupaten Jayapura ke depan guna mengembangkan kebun sayur di pekarangan rumah warga. “Tanaman pangan seperti ubi, singkong, jagung dan berbagai jenis sayuran cocok dan potensial dikembangkan masyarakat di pekarangan mereka,” ujar Kepala Dinas TPH Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, SP, MM, ketika menjawab pertanyaan wartawan harian ini saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (11/8/2017) lalu.

“Dikarenakan tanaman pangan dan sayuran yang akan ditanam ini, selain untuk dijual guna membiayai kebutuhan keluarga. Tetapi, juga dapat digunakan untuk komsumsi sehari-hari,” sambung Adolf Yoku.

Adolf menjelaskan, potensi perdagangan sayur di pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Jayapura masih terbuka, sehingga kebun warga di pekarangan rumah dapat menyuplai stok sayur-sayuran bagi kebutuhan pangan di daerah ini.

Selain itu, kata Adolf, pekarangan bisa menghasilkan dan mengurangi masyarakat setempat untuk menjadi konsumtif. Karena hasil panen sederhana, bisa dimanfaatkan sebagai tambahan pangan mereka.

Menurut dia, bahwa pemerintah daerah telah memberikan perhatian bagi sejumlah petani sayur dengan tujuan untuk mengembangkan usaha pertanian. Sayur-sayur yang dipanen oleh petani tersebut, akan dipasarkan disejumlah pasar di Kabupaten Jayapura.

Adolf menyebutkan, sejumlah petani sayur di wilayah pembangunan (WP) III (tiga). Tetapi, juga yang ada di wilayah pembangunan (WP) I (satu) sudah mendapat perhatian pemerintah.

“Kami mendorong supaya warga yang memiliki pekarangan rumah untuk di olah menjadi kebun sayur. Hematnya, sayur memiliki nilai ekonomis yang tinggi juga mengandung gizi untuk kesehatan warga,” jelasnya.

Adolf menegaskan, untuk warga di perkampungan dipinggiran Danau Sentani dan Pesisir Pantai Teluk Tanah Merah akan dikembangan perkebunan di pekarangan rumah dengan memanfaatkan media berupa kotak yang dibuat dari papan dan besar perahu.

Untuk itu, dirinya meminta kepada semua masyarakat di Kabupaten Jayapura jika kelak mendapat perhatian pemerintah berupa pengembangan kebun sayur di pekarangan rumah, agar masyarakat dapat menerimanya sebagai upaya pemerintah dalam mensejahterakan warga.

Adolf kembali mengatakan, petani sayur di Kabupaten Jayapura sebarannya merata di berbagai kampung. Rata-rata petani menanam sayur di kebun untuk komsumsi keluarga, namun kehadiran pemerintah mengarahkan supaya menanam sayur juga untuk penjualan.

Kita di Kabupaten Jayapura sangat potensial untuk mengembangkan kebun sayur Oleh karena itu, kami akan menyampaikan kepada warga supaya dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanam sayur-sayuran, tukasnya.

Sementara itu, warga Kabupaten Jayapura Lita mengaku sudah memanfaatkan pekarangan rumahnya dengan menanam pangan dan sayuran bantuan dari Dinas TPH Kabupaten Jayapura. James menanam cabai dengan menggunakan kotak papan.

Jadi, tidak perlu belanja cabai karena persediaan karena persediaan untuk keluarga mencukupi. Selain itu, sisa dari hasil tanaman cabai ini dijual ke pasar, akunya.

Menurut Lita, memanfaatkan pekarangan untuk ditanami sayuran, sangatlah mudah. Karena pengolahannya yang sederhana.

Bibit berbagai jenis sayuran merupakan bantuan dari pemerintah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holikultura yang jumlahnya cukup banyak dan berbagai jenis. Masyarakat gampang memberikan pupuk organik, tuturnya. (Irf /Sumber Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here