SMAN I Abepura Jadi Contoh Sekolah Literasi Digital di Papua

0
2

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise, yang diwakili Deputi Partisipasi Masyarakat KPPPA, Ir. Agustina Erni Susiyanti, MSi., mengatakan, bahwa SMAN I Jayapura menjadi salah-satu mitra kerja dan penggerak perubahan atau forum-forum komunitas, baik disekolah, dirumah maupun di masyarakat tentang literasi digital di Papua.

“Kami dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mempersiapkan SMAN I Jayapura, untuk proyek percontohan atau pilot project kegiatan literasi digital, khusus bagi SMP dan SMA di Provinsi Papua,” ujar Ir. Agustina Erni Susiyanti, MSi.,, yang mewakili Menteri Yohana Yembise, saat Kegiatan Literasi Digital Menuju Cahaya Negeri di Timur Indonesia di Aula SMAN I Abepura, Jumat (11/8/2017).

Dijelaskkan, bahwa pentingnya kaum perempuan untuk merespons informasi lewat internet secara positif.
“Jadi kita lebih banyak mengambil manfaat positif dari kemajuan-kemajuan digital,” katanya.

Ditambahkan, bahwa pemerintah mempunyai peran menyusun kebijakan, dimana pada saat implementasi kebijakan peran, maka peran masyarakat itu menjadi sangat penting.

Disampaikan, perlunya tahun ini , sebagai tahun pertama dan tahun kedepan nanti Champion-Champion atau penggerak khususnya di bidang komputer justru dimulai dari Relawan TIK di Jayapura, yang didukung blogger.
Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain, guru, siswa-siswi, Relawan TIK, blogger, perwakilan Perguruan Tinggi dan masyarakat.

Informasi yang diterima KPPPA sejak 2016 lalu telah mencanangkan tiga isu prioritas yakni 3 Akhiri. Masing-masing akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, dan akhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN I Jayapura Drs. Aryanto Kadir, MSi menyatakan, pihaknya siap bekerjasama dengan KPPPA, khususnya kegiatan literasi digital.

“Karena hal ini sangat penting dan bermanfaat bagi siswa-siswi, khususnya di wilayah Papua. Apalagi ketika budaya membaca dan menulis makin menurun,” jelasnya.

Ia menerangkan, kegiatan literasi digital adalah kemampuan mengolah dan memahami informasi. “Literasi digital bukan sekedar membaca, tapi bisa sekaligus diinformasikan kepada publik,” tandasnya. (*)