Kondisi Papua Perlu Perhatian Pemerintah Lebih Baik Lagi

40
Ketua MUKI Papua, Dedy Pattiwael. (Istimewa)

Aktivis Pemuda Papua, Dedy Pattiwael. (Istimewa)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kondisi berbagai kejadian di Papua terus saja makin meningkat angka criminal dengan berbagai kejadian dan peristiwa yang meresahkan warga, sehingga perlu warga waspada terhadap oknum – oknum yang ingin mnghancurkan Tanah Papua.

Hal ini disampaikan Aktivis Pemuda Papua, Dedy Pattiwael, sekaligus menjelaskan, bahwa melihat kondisi Papua dari hari ke hari semakin memprihatinkan, nilai – nilai kemanusiaan yang akhir – akhir ini di pertontonkan oleh bangsa ini teriris hati.

“Papua seolah-olah menjadi tempat kriminalisasi bagi oknum-oknum yang ingin menghancurkan tanah Papua sebagai tanah damai, mari kita jaga dan waspada,” ujar Dedy Pattiwael, kepada Harian Pagi Papua, di Jayapura, Jumat (11/8/2017).
Dikatakan, dalam tahun ini saja bangsa ini mengalami degradasi kemanusiaan, sehingga meningkatnya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Bangsa ini sebenarnya mau di bawa kemana, jika hanya menginginkan kekayaan Alam Papua kenapa harus dengan cara-cara yang tidak berkemanusiaan. Sehingga menghilangkan nyawa manusia???masakan kita hanya menginginkan kekayaannya, tetapi manusianya kita tidak inginkan hidup bersama itu bisa terlihat dalam berbagai aspek,” ungkapnya.

Dirinya mencontohkan, adanya salah satunya banyak Orang Asli Papua (OAP) yang sangat minim untuk diterima dalam penerimaan TNI/Polri bahkan BUMN & BUMD.

“Papua diibaratkan seorang perempuan yang diminang, hanya karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya setelah perempuan itu mulai keriput pasangannya meninggalkan dia,” kata Dedy mengilustrasikan.

Dirinya mengakui, sangat banyak persoalan diatas tanah ini, bangsa ini harus memberi solusi bukan menambah persoalan diatas tanah ini, jika terus seperti ini “Papua Akan Menjadi Korban Berikut” dari pihak – pihak yang haus akan kekuasaan dan kekayaan.

“Pemimpin diatas tanah ini harus memberikan perhatian secara serius, ini bukan soal meteri saja tetapi juga mempersiapkan Papua kedepan sebagai daerah yang telah siap artinya segala sesuatu dapat saja terjadi sebab itu kita juga harus peka terhadap kondisi bangsa ini,” jelasnya.

Jangan kita salahkan Papua, katanya, ketika Papua menginginkan untuk berdiri sendiri “MERDEKA” ini sudah bukan hal yang tabu lagi di tanah Papua bicara soal penentuan nasib sendiri kita harus jujur, sebab itu yang penting adalah perlakuan kita terhadap Papua harus dilakukan sebaik mungkin. (*)