Komunitas Papuans Voices Umumkan Pemenang 3 Film terbaik

0
3
Berbagai Aneka Fim Papua, yang iikut dalam Kompetisi Festival Film Papua. (Istimewa)
Berbagai Aneka Fim Papua, yang iikut dalam Kompetisi Festival Film Papua. (Istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Panitia Kompetisi Film Festival Film Papua 2017 sudah menerima sebanyak 27 karya dokumenter yang datang dari berbagai wilayah di Papua antara lain Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke, Keerom, Biak, Wamena, Sorong, Raja Ampat, Nabire, Timika dan Mimika.Ragam cerita yang disampaikan lewat film-film antara lain kesehatan, pendidikan, ekonomi, politik dan keamanan, perempuan dan anak, budaya dan alam hingga sejarah.

Awalnya  Panitia FFP menerima 27 Film, namun yang memenuhi kriteria 25. Kemudian panitia memilih 10 film terbaik hingga akhir panitia memperoleh 3 Film Terbaik.

Pada Selasa malam ini, tanggal 9/8/2017 di Gedung Gereja Katedral Lama Fertenten Sai Kompleks Misi, Merauke, panitia mengumumkan film terbaik sebagai sang juara dalam festival ini.

Adapun juri untuk kompetisi film Festival Film Papua 2017 antara lain, Alia Damaihati dari Festival Film Dokumenter Yogyakarta (FFD), Wens Fatubun dari Dayak Voices dan Yerri Borang, seorang jurnalis independen.

Komentar Juri terkait Tiga  Pemenang kompetisi Film Papua tahyun 2017.

  1. Truck Monce

Dengan pertimbangan juri Film ini memenuhi kriteria dan sejalan dengan tema Festival Film Papua menyangkut hubungan manusia dengan alam.

Film ini menawarkan  kombinasi bertutur  cerita dengan baik.

 

  1. Tete Manam

Dengan Pertimbangan juri Film yang sangat menarik untuk di pahami ceritanya. Cerita-cerita sejarah kecil seperti ini merupakan genre yang sangat jarang di papua.

Memiliki gaya tutur yang menarik, sederhana dan berbeda di antara film lain.

 

  1. Untuk Novalinda dan Andreas

Durasi : 30 Menit

Pertimbanagan penjurian Film ini memiliki kompleksivitas Visual yang cukup kuat dan bangunan karakter subjek serta gaya bertutur yang sangat menikmati.

Hasil penjurian ini bersifat final dan mutlak serta tidak dapat diganggu gugat.

Dari hasil penjurian tersebut juri akan mengumumkan tiga film terbaik yang masuk dalam kategori pemenang juara satu, dua, dan tiga pada malam ini 9 Agustus 2017..

 Sebelumnya panitia telah mengumumkan 3 film terbaik pada pembukaan   Festival Film Papua tanggal 7 Agustus 2017 kemarin dan pengumuman pemenang beserta penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada malam penutupan Festival Film Papua 2017 tanggal 9 Agustus 2017 di Gedung Vertenten Sai Kompleks Keuskupan Agung Jalan Mandala Kota Merauke.

 Koordinator Umum Festival Film Papua Tahun 2017  Urbanus Mengumumkan Festival Film Papua Kedua tahun 2018 akan di adakan di kota Dingin Wamena.

MERAUKE 9  agustus 2017

PANITIA

Informasi mengenai film-film tersebut kami cantumkan di bagian belakang press release ini.

Panitia Festival Film Papua

Website: papuanvoices.net;

Facebook page: @papuanvoicescommunity;

Email:  festivalfilmpapua@gmail.com

 

Contact Person

Ketua Papuan Voices: Max (085254700116)                                 

Koordinator Umum Festival Film Papua Tahun 2017: Urbanus (085244484207)

Koordinator Sie Acara: Elisabet (081240490502)

Juri – I Wenslaus Fatubun-  Ag.wensi7@gmail.com  (kontak – 081380753374)

Juri Yerri Borang-   Email  yerri.borang@gmail.com

 

Truk Monce keluar sebagai juara I

 

Sutradara: Imanuel Hindom
Durasi: 23 Menit 48 Detik
Lokasi: Keerom, Papua

Sebuah cerita tentang seorang sopir Truk Harian Lepas di Perusahan kelapa sawit milik TPPN II Arso Kabupaten Keerom, Papua.Bapak Monce berprofesi sebagai sopir sejak tahun 1995 hingga tahun 2016.Saat pabrik kelapa sawit mulai tak berproduksi dengan baik pada bulan maret 2016. Sopir Monce kehilangan pekerjaan sebagai sopir sawit  angkutan buah segar.

Pada bulan yang sama, bulan maret 2016 sopir monce memutuskan pindah angkutan ke sopir anggkutan mama-mama pasar dengan memodifikasi truknya dengan memasang terpal sebagai atap di atas bak mobil truk dan mulai mengangkut mama-mama di kampung Yanamaa pasar Abepura Jayapura dan Pasar Hamadi Jayapura Papua.

Tete Manam Keluar sebagai Juara II

Sutradara: Siska Manam
Durasi: 26 Menit 59 Detik
Lokasi: Jayapura

Pada 1958 Tete Manam pergi ke Jayapura untuk bekerja.Tete bekerja di satu perusahaan konstruksi milik Belanda, karena kala itu Papua masih di bawah Pemerintahan Belanda.Tahun 1969 saat PEPERA, tete kembali ke Biak Barat kampong halamannya untuk menikah.Lalu karena alasan tertentu Tete kembali ke Jayapura, membawa serta nene dan anak-anak mereka.Di usianya yang makin tua, Tete Manam punya satu keinginan

 

Untuk Novalinda dan Andrias Keluar sebagai Juara III

Sutradara: Elis Apyaka
Durasi: 30 Menit
Lokasi: Koya Jayapura

Sinopsis

Untuk Novalinda dan Andrias adalah film dokumenter yang mengisahkan tentang perjuangan seorang single parents, mama Feronika Maenka untuk menghidupi kuarganya, dia dan kedua anaknya. Perjuangan mama Fero, menghidupi keluarganya, masa depan kedua anaknya, bukan hanya menyangkut tanggung jawab orang tua terhadap anak, tetapi juga pembuktian akan keberadaan perempuan setara

dengan laki-laki. Mama Fero mengambil sebuah keputusan penting dalam hidup, yg jarang  dipraktekan dalam budaya patriakart. Filem ini mengajak kita untuk mempertanyakan kembali konsep dan peran perempuan dalam kebudayaan kita masing masing.