Waspada HIV – AIDS Ditengah Masyarakat, Warga Perlu Tes VCT

0
128
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Pemerintah Provinsi Papua mendorong masyarakat untuk melakukan tes HIV secara sukarela, agar upaya penanganan terhadap penyakit mematikan itu, bisa berjalan maksimal. Penegasan ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai, kepada wartawan di Jayapura, akhir pekan kemarin.

Ia memprediksi, masih ada penghidap HIV/AIDS yang belum teridentifikasi dan kini hidup di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Oknum tersebut mesti di diidentifikasi agar tidak menularkan virus HIV, karena berpotensi menimbulkan persoalan baru.

“Makanya, yang belum terdata ini harus bisa kita temukan. Dengan demikian, ada jalan keluar yang kami berikan supaya bisa menyelamatkan orang asli Papua dari virus itu,” ujar Aloysius Giyai.

tes VCT atau Voluntary Test Counseling ini, dapat ditemui pada sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, baik puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Untuk mengikuti tes ini, masyarakat tidak akan dipungut biaya dan kerahasiaan pasien pun akan dijamin oleh pemerintah.

Saat ini angka prevalensi HIV/AIDS di Papua telah melonjak drastis mencapai 26 ribu lebih kasus. Tingkat penyebaran tertinggi di Papua disebabkan melalui hubungan seks yang tidak aman dan bukan dengan pasangan (suami atau istri).

Sayangnya, meski program pencegahan dan penanggulangan terhadap HIV/AIDS terus dilakukan secara rutin, sebagian besar masyarakat belum paham betul tentang bagaimana penyebaran virus mematikan ini terjadi.

Oleh karena itu, Pemprov Papua mendorong masyarakat agar lebih peduli untuk memerangi ancaman nyata virus HIV/AIDS. Sebab upaya dari pemerintah saja tidak cukup.”Kita perlu juga dukungan masyarakat. Sebab jika pemerintah hanya turun dengan memberikan informasi di jalan, membagi-bagikan kondom, hal itu dirasa belum akan maksimal jika tanpa adanya peran serta masyarakat,”terangnya.

Kendati demikian, pihaknya mengapresiasi semua pihak yang sudah membantu memudahkan Dinas Kesehatan dalam menanggulangi virus mematikan itu. Tak terkecuali organisasi kemasyarakatan maupun pihak agama.


“Namun harus diakui belum semua orang Papua paham tentang HIV termasuk kita juga yang merupakan orang kesehatan.Karena itu, saya pikir HIV ini perlu terus kita sosialisasikan ancaman nyatanya. Supaya kita dan keluarga bisa terhindar dari virus yang hingga kini belum ada penawarnya tersebut,” pesannya  mengakhiri pembicaraan.  ((Win /Koran Harian Pagi Papua)

 

 

Waspada Penyebaran Virus HIV !

 

HIV atau Human Immuno Deficiency Virus adalah penyakit yang dapat menular dan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Ketika menginfeksi tubuh, ia dapat menjadi penyakit yang mematikan. Tak sedikit orang yang terjangkit infeksi ini dan kemudian meninggal karena komplikasi.

Munculnya infeksi HIV ini bisa diketahui dari beberapa gejala yang umum muncul. Pusat pelayanan kesehatan pemerintah akan membantu mendeteksi dan mengetahui apakan gejala-gejala tersebut benar merupakan infeksi HIV/AIDS.

Namun, sebelumnya ketahui terlebih dahulu tanda-tanda awal agar Anda bisa mencegah penularan infeksi pada orang lain.

HIV menyerang bertahap, dan tidak langsung membuat kondisi tubuh jadi parah di awal-awal tahun pertama. Ia cenderung membuat kondisi parah ketika sudah menjangkiti selama bertahun-tahun. Bahkan sebenarnya orang tidak sadar bahwa virus HIV menjangkiti dirinya, karena merasa diri sehat dan bugar. Virus ini hanya bisa diketahui ketika tubuh mendapatkan test lab.

Stop AIDS sign.

Tanda-tanda awal infeksi HIV :

  • Kehilangan berat badan secara drastis
    Jika ada perubahan berat badan yang mendadak, maka lebih baik Anda waspada. Biasanya ada penurunan berat badan yang sangat drastis dan cepat, yang merupakan tanda penyakit sedang berlanjut menggerogoti tubuh dan menyerang sistem kekebalan tubuh.
  • Batuk terus menerus
    Batuk kering yang terus menerus, bisa jadi merupakan salah satu tanda penyakit HIV/AIDS. Sebenarnya batuk seperti ini juga bisa disebabkan oleh alergi, namun batuk alergi lebih cepat sembuh. Sedangkan batuk karena HIV/AIDS menyerang dalam waktu yang lama dan semakin lama makin parah.
  • Terlihat dari kuku
    Kuku dapat menunjukkan apakah Anda sedang sehat atau tidak. Ketika kuku Anda mudah patah dan berubah warna, ini menjadi salah satu indikasi bahwa Anda butuh diperiksa lebih lanjut. Indikasinya menunjukkan metabolisme Anda yang kurang baik.
  • Cemas menyerang
    Anda akan mulai merasakan kecemasan yang tidak jelas. Kecemasan ini merupakan tanda lanjutan bahwa infeksi dari virus HIV/AIDS ini menyerang.
  • Nyeri dadakan
    Apakah Anda sering merasakan nyeri dadakan pada tubuh atau otot? Hal ini juga salah satu tanda awal bahwa virus HIV/AIDS sedang menginfeksi tubuh Anda.
  • Sering sakit kepala
    Sakit kepala hadir nyaris setiap hari tanpa diundang dan tanpa sebab yang jelas. Sebenarnya gejala yang satu ini bisa beragam penyebabnya, tetapi sebaiknya Anda tetap waspada dan segera memeriksakan diri saja, apakah Anda terinfeksi virus HIV/AIDS.
  • Perubahan warna pada kulit
    Gejala lain adalah ketika kulit berubah warna dan terasa gatal-gatal di beberapa bagian. Semakin parah karena Anda akan merasakannya sekujur tubuh dan terasa panas.

langkah pencegahan terhadap penyebaran virus mematikan ini seperti berikut :

  • Ketika Anda mulai tersadar akan resiko terjangkit virus HIV, lakukan upaya perlindungan terhadap diri Anda sendiri.
  • Hindari penggunaan obat-obatan terlarang atau obat-obatan di luar anjuran dokter. Mengapa? Karena obat-obatan semacam ini dapat meningkatkan resiko terhadap penyebaran virus ini serta perilaku seksual yang beresiko.
  • Hindari minum minuman beralkohol yang dapat menghilangkan kesadaran dan kontrol mental Anda. Ingat, dalam kondisi kehilangan kesadaran ataupun kontrol mental, seseorang tidak akan mampu mengambil keputusan yang tepat dan sering kali terlibat dalam perilaku seksual yang tidak sehat serta tidak aman.
  • Praktekkan perilaku seksual yang aman dan sehat. Gunakan alat pengaman dan jadilah pasangan seks yang monogami.
  • Tes HIV ketika Anda sedang hamil, karena virus ini dapat menyebar secara genetik kepada janin yang sedang berada di dalam kandungan Anda.
  • Berkonsultasilah dengan dokter Anda bagaimana langkah yang tepat untuk mencegah penularan virus ini.

 

(Read more:http://doktersehat.com/waspada-penyebaran-virus-hiv/#ixzz4pMgaswIe)