Papua Ikut Turnamen Open Internasional Woodball Championship

0
14
(www.iwbf-woodball.org)
(www.iwbf-woodball.org)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kontingen Woodball Papua sudah bertolak menuju Provinsi Kepulauan Riau, Rabu pagi (9/8/2017), untuk mengikuti Indonesia Open International Woodball Championship 2017. Ini merupakan ajang pertama tim Woodball Papua setelah mengikuti Eksebisi pada PON XIX Bandung Jawa Barat 2016 lalu.

Pelatih tim Woodball Papua, Daniel Womsiwor mengatakan,  tim Woodball akan mengikuti kejuaraan Indonesia Open International Woodball Championship di Provinsi Riau.

“Kita dalam kejuaraan ini juga, yang terpenting anak-anak mampu menunjukan yang terbaik, karena ini merupakan kejuaraan internasional dan pertama bagi tim Woodball Papua. Setelah mengikuti eksebisi diPON XIX Bandung Jawa Barat lalu,” ujar  Daniel Womsiowor, saat dikonfirmasi, Rabu (9/8/2017).

Dikategori tunggal ada dua atlit yakni Zakarias Womsiwor dan Bartolomeus Sore. Sedangkan kategori Kompetition atlit baru asal Kabupaten Supiori, Neles Rajuw. Sementara putri ada Yuliana Korwa dari sektor putri senior tunggal.

Satu atlit junior lainnya yakni Infun Womsiwor akan turun di tunggal stroke kompetition. Jumlah atlit 5 orang ini akan bertandinga mulai besok. Mereka semua sudah siap untuk menghadapi pertandingan besok.

“Target kami ada di ganda  putra, tapi kejuaraan Internasional jadi intinya, ada untuk mempromosikan Papua sebagai tuan rumah pada PON XX tahun 2020, kepada Provinsi Kepuluauan Riau,” tuturnya.

Sementara itu, dari informasi yang dikutip di riaupos.co menyebutkan,  Bintan kembali dipercaya untuk menggelar Kejuaraan Dunia 1st World Cup Beach Woodball Championship 2017 yang akan diselenggarakan tanggal 9-13 Agustus 2017 bertempat di Bintan Lagoon Resort, Lagoi Kabupaten Bintan

“Kita dipercaya Federasi Woodland Internasional (IWbF) untuk menyelenggarakan kejuaraan dunia yang baru pertama kalinya digelar. Kegiatan ini, sebagai panitia lokal adalah Indonesia Woodball Asosiasi (IWBA) Kota Tanjung Pinang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Bintan dan didukung oleh Kementerian Pariwisata RI,” kata Suparno, Ketua Panitia 1st World Cup Beach Woodball Championship 2017.

Suparno menjelaskan, hingga saat ini sudah ada 12 negara yang akan berpartisipasi dalam Kejuaraan ini. “Sebanyak 12 negara telah konfirmasi hadir dan telah mendaftarkan nama nama pemainnya. Untuk saat ini, total ada 176 pemain yang akan ikut ambil bagian dalam kejuaraan ini,” lanjutnya

Ilustrasi Pemain Woodball, dalam sebuah pertandingan. (www.iwbf-woodball.org)

Sekilas Tim Woodball Papua

Mungkin sebagian orang belum begitu mengenal woodball ketimbang sepakbola, futsal atau badminton. Olahraga yang berasal dari Taiwan ini memang masih tergolong baru di Indonesia. Hal ini disebabkan olahraga ini baru mendunia pada 2006 lalu, sedangkan di Indonesia olahraga ini baru populer pada 2007. Olahraga woodball dapat dimainkan di dua jenis permukaan lapangan, yaitu rumput serta pasir. Aturan dari permainan ini cukup simpel.

Pemain akan bermain di 24 fairway (istilah lapangan dalam woodball). Pemenang dari permainan ini adalah pemain yang dapat melakukan stroke (istilah memukul bola dalam woodball) paling sedikit. Dalam penghitungan stroke, bola akan dihitung satu kali stroke apabila telah memasuki gawang. Apabila belum masuk, maka pemain diperbolehkan untuk memukul bola hingga masuk ke dalam gawang.

Untuk bermain woodball, diperlukan lapangan yang memiliki panjang kurang lebih 30-150 meter. Untuk dapat melakukan melakukan permainan ini, seorang pemain membutuhkan malet (stik khusus untuk permainan woodball) dan bola berdiameter 3 perempat inchi yang terbuat dari kayu. 

 

Ilustrasi Seorang Pemain Woodball saat melakukan sebuah kesiapan sebelum memukul bolannya. (iwbf-woodball.org)

Untuk Tim Papua, meski cabang Woodball hanya eksibisi di Pekan Olahraga Nasional(PON) XIX Jawa Barat tetapi berhasil menyabet dua medali emas, satu perak dan satu perunggu. Hasil ini membuat menempati urutan ke IV perolehan medali Cabang Olahraga Woodball. dan Kemenangan ini langsung dipimpin oleh Pelatih Kepala Woodball Papua Daniel Womsiwor , sekaligus berharap agar atlet-atlet perahi medali ini harus dihargai oleh KONI Papua, karena telah  mengibarkan Bendera Papua di PON Jabar 2016 lalu. (Geis Muguri /Koran Harian Pagi Papua)