Dinilai  Lecehkan Seorang Pastor di Akun FB, Pemuda Katolik Mimika Aksi  Tuntut DD Harus Ditangkap

0
520
Pemuda Katolik Dan Perwakilan Umat Katolik saat melakukan aksi demo di kantor pelayanan Polres Mimika di jalan Cenderawasih SP II Timika. (Mar/Istimewa)
Pemuda Katolik Dan Perwakilan Umat Katolik saat melakukan aksi demo di kantor pelayanan Polres Mimika di jalan Cenderawasih SP II Timika. (Mar/Istimewa)

TIMIKA (LINTAS PAPUA)  – Ratusan pemuda Katolik pagi tadi berkumpul di halaman Gereja Katolik Tiga Raja,dengan membawa spanduk dan berbagai poster seorang pegawai negeri sipil di Kabupaten Mimika yang menjadi target dalam aksi unjuk rasa, Senin (8/8/2017).

Sebagaimana tepatnya pada pukul 09.00 WIT, ratusan perwakilan pemuda Katolik dan perwakilan Umat Katolik di Timika berjalan kaki dari Gereja Katolik Tiga Raja Timika menuju Kantor  Pelayanan Polres Mimika guna melakukan aksi demo damai.

Usai tiba id kantor pelayanan polres mimika,kordinator demo Erik Welafubun langsung melakukan aksi orasi di depan massa di Polres mimika,mereka menuntut agar pihak penyidik Polres mimika secepatnya menetapkan Oknum Pegawai Negeri Sipil inisial DD yang mengupload foto seorang Pastor di akun facebook miliknya selain di upload Oknum DD juga menulis beberapa poin di samping foto tersebut saat aksi demo guru berlangsung pada bulan Juli lalu.

Foto yang di upload Oknum pegawai Negeri Sipil Inisial DD ini menuliskan beberapa poin disamping foto tersebut membuat Pemuda Katolik dan Umat Katolik tidak terima dan melapor kepihak polisi dan meuntut agar DD harus di tangkap dan di proses sesui hukum yang berlaku di Republik Indonesia.

Sementara itu, AKP. Dionisius vox Dei Paronelan.SIK yang hadir di depan pendemo memberikan penjelasan terkait kasus postingan Imam Katolik, bawah dirinya selaku Kasat Reskrim di Polres Mimika tidak bisa langsung melakukan penahanan dan langsung memvonis orang sebagai pelaku.

“Namun semua itu dalam tahap penyelidikan,sementara terkait Kasus Oknum yang berinisial DD ini pihak penyidik sudah memeriksa lima oraMg saksi termasuk oknum DD,dan saat ini DD juga masih dikatakan sebagai saksi karena pihak penyidik juga masih kekurangan bukti untuk menetapkan DD sebagai pelaku dalam postingan tersebut di facebook miliknya,’ jelasnya.

“Kami penyidik masih menunggu ahli untuk membuktikan kata-Kata yang di tulis DD dalam postingan di facebook miliknya.dan beberapa barang bukti berupa laptop serta hp milik oknum DD sudah di amankan,dan apabila dalam waktu dekat ini para Ahli bahasa tiba di timika dan menyelidiki dan terbukti oknum pegawai berinisal DD bersalah maka,kami penyidik aman menangkap dan menetapkan DD sebagai pelaku dan siap di proses,” kata Dion.

Kasat Reskrim Polres Mimika mengharapkan, agar umat Katolik serta pemuda Katolik dapat menahan diri dan berikan waktu pada pihak kepolisian agar kasus ini dapat diselesaikan secepatnya.

Menanggapi pernyataan Kasat Reskrim, Koordinator Demo, Erik Welafubun mengatakan, apabila kasus ini di proses sangat lama,  maka dirinya akan melakukan aksi demo dengan massa dan Umat Katolik yang lebih banyak lagi ,dan juga mengancam akan melakukan aksi di depan Kapolri saat tiba di Timika dalam waktu dekat ini.

Sementara itu, Kapolres Mimika, AKBP Viktor B Mackbun,  saat tiba dan bertemu langsung dengan pendemo juga memberikan penjelasan dan mengharapkan, agar Umat Katolik serta Pemuda Katolik dapat memberikan waktu kepada pihak kepolisian, agar persoalan kasus postingan dan pencemaran nama baik Imam Katolik dapat di tangani kepolisian.

“Karena terkait dengan Undang-Undang ITE, Kapolres menegaskan bawah persoalan ini memang sangat membutuhkan beberapa Ahli, untuk kasus ini dapat terungkap dan di selesaikan,” jelasnya.

Para Pendemo kemudian menyerahkan tuntutan mereka kepada Kapolres Mimika, kemudian massa membubarkan diri kembali ke Gereja Katolik Tiga Raja dengan damai, pada pukul 12.25 wit. (Mar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here