Gubernur Papua Diminta Cabut Ijin Usaha Perusahan di Kampung Oneibo

0
4
Nampak Solidritas Masyarakat Non Papua Dalam Aksi 1000 Lilin Jayawijaya For Deiyai (Ema)
Nampak Solidritas Masyarakat Non Papua Dalam Aksi 1000 Lilin Jayawijaya For Deiyai (Ema)

WAMENA (LINTAS PAPUA) – Kepala Suku Mee Paniai Kabupaten Jayawijaya, Simon Kudiai meminta kepada gubernur Papua, Lukas Enembe, untuk segera mengambil tindakan tegas pencabutan surat ijin usaha bagi perusahaan yang beroperasi di daerah Kampung Oneibo Distrik Tigi Kabupaten Deiyai.

 

Hal penegasan itu disampaikan Simon Kudiai dalam satu kegiatan Aksi 1000 Lilin Jayawijaya For Deiyai yang digelar, Sabtu (5/8/2017) di halaman kantor DPRD Kabupaten Jayawijaya.

 

Dikatakan Simon Kudiai, selain pencabutan ijin beroperasi bagi perusahan tersebut, dirinya selaku Kepala Suku Mee Paniai Kabupaten Jayawijaya menegaskan agar Gubernur Papua segera meminta Kapolri untuk menarik semua aparat Brimob yang bertugas di Wilayah Kabupaten Deiyai.

 

Dikatakannya, masyarakat pegunungan dan khususnya masyarakat Deiyai yang ada saat ini masih meragukan aparat keamanan yang ditempat tugaskan di wilayah Papua khususnya di Deiyai.

 

“Kami kecewa sekali, masa warga minta bantuan saja tidak kasih, ini soal kemanusiaan, malah lapor aparat terus aparat juga main tembak sampai nyawa menghilang, inikan tidak benar,” jelas Simon.

 

Dijelaskannya, permasalahan yang terjadi di Deiyai sebenarnya arus dapat diselesaikan dengan baik, tidak harus dilakukan dengan cara kekerasan bahkan sampai menghiangkan nyawa seseorang.

 

Dikatakan, tindakan dan kelakukan arogan yang dilakukan oleh aparat di Deiyai sangat tidak diterima oleh intelektual Suku Mee yang ada di Kabupaten Jayawijaya, sehingga pemerintah Provinsi harus segera membuat perturan ketat unntuk melindungi masyarakat ada Papua.

 

Sementara itu, Ibu Lurah Wamena Kota, Lenny Doga, S.IP yang mewakili pemerintah Kabupaten Jayawijaya sangat mendukung kegiatan Aksi 1000 Lilin Jayawijaya For Deiyai.

Aksi Warga Masyarakat dengan gerakan Seribu Lilin Atas Kasus Deiyai di Wamena dan Jayapura telah menarik simpati akan sebuah pengungkapan kasus tersebut. (Istimewa)

Dikatakan, pemerintah Kabupaten Jayawijaya sangat menyayangkan tindakan aparat keamanan di Oneibo Distrik Tigi Kabupaten Deiyai yang telah merengut korban jiwa.

“Sebagai TNI/Polri tidak bisa ambil tindakan seperti itu dengan megeluarkan tembakan sembarang sehingga nyawa orang melayang,” ungkap Lenny.

Dijelaskan, tindakan yang dilakukan aparat keamanan di Oneibo Distrik Tigi Kabupaten Deiyai sangat tidak manusiawi sekali dan sebagai perempuan Papua yang hidup di Tanah Papua sangat bersedih atas kejadian yang terjadi.

Lebihjauh dikatakan, kegiatan yang dilakukan di Jayawijaya tidak ada unsure politiknya, dimana kegiatan yang dilakukan murni kegiatan Inisiatif muda-mudi Kabupaten Jayawijaya untuk berduka atas kejadian yang terjadi di Oneibo Distrik Tigi Kabupaten Deiyai.(Ema)