Dinkes Papua Target Hapus Rapor Merah Pelayanan Kesehatan 9 Kabupaten

0
6
Suasana Pelayanan kesehatan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat asli Papua. (istimewa)
Ilustrasi Suasana Pelayanan kesehatan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat asli Papua. (istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dinas Kesehatan Provinsi Papua terus mendorong pelayanan kesehatan (pelkes) di wilayah kabupaten, lebih khusus bagi pemerintah daerah yang masuk dalam predikat rapor merah.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai, pelayanan kesehatan di wilayah kabupaten sudah terlihat mengalami perbaikan. Ia pun menilai pelayanan untuk wilayah pegunungan sudah mulai terlihat ada peningkatan.

Apalagi dengan akan dibangunnya rumah sakit vertikal type B di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Dimana fasilitas kesehatan ini selain akan menjadi salah satu rumah sakit rujukan tersier di Indonesia Timur, juga akan berfungsi melayani masyarakat di sembilan kabupaten di Pegunungan Tengah.

“Sehingga kita harap rumah sakit ini bisa rampung pada 2020, sehingga pelayanan kesehatan di wilayah kabupaten, lebih khusus pegunungan tengah akan lebih maksimal,” harap dia.

Sementara untuk memastikan pelayanan kesehatan di kabupaten berjalan sesuai standar, Dinas Kesehatan rutin melakukan pengawasan ke sejumlah rumah sakit di wilayah setempat.

“Kita bahkan bertanya langsung kepada masyarakat seperti apa pelayanan di rumah sakit setempat. Apakah selama ini sudah berjalan baik atau belum, tentu itu akan jadi penilaian kita,” ujar drg. Aloysius Giyai, M.Kes., Sabtu pekan kemarin.

Tambah dia, keberadaan rumah sakit umum daerah maupun rumah sakit regional di seluruh kabupaten sebenarnya menjadi komitmen Pemprov Papua untuk memperpendek pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sekaligus memutus rantai kematian yang cukup tinggi di wilayah pegunungan.

“Makanya selain menurunkan anggaran yang besar di kabupaten, Pemprov Papua melalui Dinas Kesehatan juga sudah menurunkan Satgas Kaki Telanjang. Mereka  yang langsung menjangkau daerah yang belum pernah dijangkau oleh petugas kesehatan”.

“Tujuannya tentu hanya satu, supaya kebutuhan pelayanan kesehatan bisa sampai kepada yang membutuhkan. Sebab bapak Gubernur sangat ingin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat hingga ke pelosok,” ujarnya

Pada 2016 lalu, Dinas Kesehatan Provinsi Papua merilis sembilan kabupaten di Papua yang mendapat rapor merah dalam pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

Kesembilan kabupaten itu, lima diantaranya di wilayah pegunungan seperti Kabupaten Pegunungan Bintang, Nduga, Puncak, Dogiyai, Puncak Jaya, Deiyai, Intan Jaya, dan Yahukimo. Sementara kabupaten sisanya berada di wilayah pesisir, yakni Mamberamo Raya.

Aloysius Giyai berharap di tahun-tahun mendatang, sembilan kabupaten yang mendapat rapor merah, dapat meningkat pelayanannya. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)