Wali Kota BTM Tegaskan Tidak Ada Relevansi Adipura dan Banjir

Kota Jayapura.

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., mengatakan, bahwa persoalan banjir yang dialami warga tidak ada kaitannya dengan penghargaan Adipura kelima yang diterima dari Presiden Indonesia, sebab  Adipura dinilai dari banyak sisi untuk kepentingan pelayanan publik dan kota yang cinta lingkungan.

“Adipura adalah penghargaan tertinggi dan bergengsi  untuk sebuah provinsi serta kabupaten /kota, sehingga saya bangga, apalagi saat menerima, ternyata ada juga SD YPK Senasaba Klofkamp, satu – satunya sekolah mewakili Papua yang menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri,” ujar Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., di Jayapura, Jumat (4/8/2017).

Dijelaskan, bahwa  berkaitan dengan penilaian juga dimana Pemerintah Kota Jayapura telah memberli tanah seluas 20 hektar di Koya Koso untuk dbangun Tempat Pembungan Akhir (TPA), dengan memperkerjakan 100 orang, merupakan terbesar di Indonesia Timur.

“Tentunya saat ini Pemerintah Kota  Jayapura dapat menampung sampah – sampah tertentu dan dikelola dalam bank sampah, bahkan kriteria lainnya juga menjadi penilaian terkait Adipura,” katanya.

Lokasi Banjir yang terjadi kemarin. (istimewa)

Wali Kota Jayapura dua periode  ini berpesan, agar saat ini adalah bagaimana masyarakat ikut menata kebersihan dan menjaga keamanan bersama, tentunya ada penilaian yang luar biasa untuk Adipura, disamping bagaimana Pemerintah Kota mampu kelola tata pemerintahan yang baik.

“Jadi jelas bahwa banjir adalah fenomena alam yang datang kapan saja dan dimana saja,” lanjutnya.

Ditambahkan, untuk penilaian lainnya adalah harus membuat kota yang hijau dan ditanam pohon yang rindang dan daerah tandus atau gundul juga ditanam pohon, termasuk  pengelolaan pelayanan pemerintah yang baik.

 

“Saya bangga sebagai orang Papua bisa duduki diantara mereka , saya mau buktikan bahwa orang Papua cinta lingkungan dan cinta pohon –pohon yang hijau, apalagi lebih bangga sebagai anak Papua bisa duduk sejajar dengan mereka yang terima penghargaan yang sama dari daerah lain,  yakni Kota Jayapura bisa sejajar dengan Kota Bandung, Kota Surabaya,  Depok,  dan bisa sejajar dengan Kota Bogor dan Tangerang Selatan,” ungkap Tomi Mano, yang juga Putra Port Numbay asli Kampung Tobati ini.

Benhur Tomi Mano menyampaikan, permohonan atas musibah yang terjadi sekiranya lambat rakyat mendapat pertolongan, namun dirinya juga memberkati orang yang menghujat  dan mengkaitkan Adipura dengan Banjir.

Diberkatilah kalian yang hidup di atas tanah Port Numbay, kamu menghujat saya, maka leluhur juga dengar dan Tuhan juga mendengar, namun sebagai iman percaya , saya memaafkan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., menuturkan, bahwa dirinya dipercayakan sesuai petunjuk Wali Kota untuk menjadi ketu tim tanggap darurat dan semua sejka kejadian kita berkoordinasi dengan Pekerjaan Umum Provinsi dan Balai Sungai serta Balai Jalan dan Jembatan, yang mana semua siap untuk menanggulangi persoalan yang terjadi.

Wali Kota Jayapura saat menerima penghargaan Adipura. (Foto Harley)

“Kami mohon maaf, sesuai aturan tanggap darurat penangananan 14 hari, dari dinas PU Provinsi , kepala dinas hadir, kepala balai jalan dan kepala balai sungai, langlah – langkah kongkrit untuk selesaikan, yang mana sejak peristiwa kita langsung turun ke lokasi dan  sudah melayani makan dan minum dan kami sudah bagi bagi  tugas, yakni  SMU  4 oleh kadis PU Papua, di Organda oleh Balai Sungai dan sepanjang jalan dari Saga Abepura – Kota Jayapura akan diperbiki saluran – saluran air,” jelasnya.

Rustan Saru menjelaskan, untuk Posko Induk berada di Kantor Distrik Abepura, yakni dari Korban Pasar Youtefa dan Organda, selanjutnya kita mendata semua jenis persoalan yang mereka butuhkan, karena yang paling mendasar adalah makan dan minum serta lainnya termasuk peralatan dapur, Karena semua terendam banjir.

“Hari ini  dalam proses pendataan dan apa  saja yang diperlukan, untuk sementara , sekitar 150 di Pasar Youtefa, yakni  ada 25 di dalam pasar dan dan 125 di luar di belakang, baru data ini yang masuk,” katanya, Jumat (4/8/2017).(Eveeerth)

 

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...