Usung JWW, PDI Perjuangan Terus Lobi Partai Lain

0
12
John Wempii Wetipo bersama Komarudin Watubun, selaku DPP PDIP yang juga wakil rakyat di DPR RI dan Sejumlah Petinggi PDI Perjuangan, yakni Ketua PDI - P Papua, dalam sebuah Kegiatan. (ISTIIMEWA)
John Wempii Wetipo bersama Komarudin Watubun, selaku DPP PDIP yang juga wakil rakyat di DPR RI dan Sejumlah Petinggi PADI Perjuangan, dalam sebuah Kegiatan. (ISTIIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Provinsi Papua kini terus berupaya melakukan lobi-lobi politik dengan partai lain dalam menghadapi Pemilihan Gubernur Papua tahun 2018.

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua, Edoardus Kaize mengakui, jika dalam Konferdasus PDI Perjuangan di Merauke beberapa waktu lalu, secara aklamasi mendorong John Wempi Wetipo alias JWW untuk maju dalam Pilgub tahun 2018.

Apalagi, kata Edoardus Kaize, jika PDI Perjuangan hanya memiliki tujuh kursi di DPR Papua, sehingga masih kurang lima kursi lagi sehingga saat ini terus membangun komunikasi dengan partai lain.

 

“Kita masih butuh tambahan lima kursi. Lima kursi ini sementara ini dikomunikasikan oleh pak Wetipo sendiri, kita juga melakukan lobi kira-kira kalau bisa mengusung sendiri ya kita coba,” kata Edoardus Kaize disela-sela Rakerda PDI Perjuangan Provinsi Papua di Hotel Fave Jayapura, Jumat (4/8/2017).

Hanya saja, lanjut Edoardus Kaize, jika memang tidak bisa mengusung sendiri, tentu saja PDI Perjuangan akan mengambil langkah lain.  “Tapi kalau tidak bisa mengusung sendiri, ya berarti kita ambil langkah lain,” ujarnya.

Namun, kata Edoardus Kaize, jika saat ini PDI Perjuangan juga masih berupaya melobi partai lain untuk dapat mengusung Jhon Wempi Wetipo dalam Pilgub tahun 2018.

Apalagi, saat ini JWW masih mengikuti fit and propertes di beberapa partai termasuk Golkar, PKB dan lainnya sehingga ia mengahrapkan mendapatkan hasil yang maksimal.

“Ya kita harapkan proses keikutsertaan beliau dalam fit and propertest itu bisa mendapatkan hasil yang maksimal, supaya mendapat kursi untuk mengusung calon dalam pilgub 2018,” katanya.
Yang jelas, PDI Perjuangan masih mengutamakan JWW sebagai kader partai, karena hal itu sudah menjadi keputusan aklamasi dalam Konferdasus di Merauke, sehingga proses saat ini masih menunggu JWW untuk mendapatkan tambahan kursi.

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua, Edoardus Kaize , saat diwawancara. (Rambat)

“Proses saat ini, ya Wempi bagaimana untuk mendapatkan tambahan kursi. Kalau sudah ok, ya sudah tujuh kursi dengan tambahan dukungan partai lain yang harusnya lima kursi itu bisa mengusung,” imbuhnya.

Terkait dengan Rakerda PDI Perjuangan, Edoardus Kaize mengatakan, jika hal itu merupakan lanjutan dari Rakernas di Bali untuk melakukan konsolidasi internal, termasuk penyegaran untuk persiapan Pilkada 2018 di Papua, baik tujuh kabupaten maupun provinsi.

Soal proses pendaftaran calon pada Pilkada 2018, Edoardus Kaize mengungkapkan jika verifikasi berkas sudah selesai pada 29 Juli 2017 dan hasilnya siap diserahkan ke DPP PDI Perjuangan.

“Diserahkan dulu ke DPP, baru DPP ada jadwal untuk fit and propertest. Apakah DPP menugaskan kembali ke DPD untuk fit and propertest di Papua, ya kita siap. Tapi kalau semua di DPP ya kita ikuti,” jelasnya.

Yang jelas, imbuh Edoardus Kaize, jika proses penjaringan calon kepala daerah ini masih berjalan, sehingga belum ada rekomendasi yang dikeluarkan dari DPP PDI Perjuangan. (Bat /Koran Harian Pagi Papua)