Sekda Minta Seluruh Lembaga Pendidikan Sumbang Atlet Untuk PON

0
1
Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, Hery Dosinaen, saat wawancara. (Erwin)
Sekretaris Daerah Papua, Hery T. Dosinaen, saat diwawancara. (LintasPapua.com / Eveerth Joumilena)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Hery Dosinaen mengimbau seluruh lembaga pendidikan di Bumi Cenderawasih untuk dapat menyumbang atlet pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 mendatang.

Hal ini disampaikan Sekda Hery saat membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate Piala Gubernur Papua II 2017, di Jayapura, kemarin.

Menurut Sekda, selain sibuk menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang PON 2020, Pemprov Papua bersama pihak KONI tengah berupaya menyiapkan para atlet yang akan berlaga dalam even empat tahunan tersebut.

Dengan begitu, diharapkan Papua tak hanya sukses menggelar PON saja, tetapi paling tidak masuk dalam 10 besar sebagai peraih medali terbanyak. “Maka itu, kita merasa perlu untuk mengimbau lembaga pendidikan mulai dari tingkat SMP, SMU maupun Perguruan Tinggi agar menyiapkan para bibit atlet yang bisa turun dalam PON 2020”.

“Sehingga dengan begitu, kita harap para atlet ini bisa menyumbang medali bagi Papua sekaligus mengharumkan nama daerah di tanah sendiri,” tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan pelaksanaan PON XX 2020 di Bumi Cenderawasih, selain untuk menorehkan sejarah bagi provinsi tertimur di Indonesia ini, lebih khusus ditujukan untuk mencetak atlet baik di tingkat nasional maupun internasional.

Meski begitu, urusan menjadi juara umum dalam pelaksanaan PON 2020, bukan merupakan prioritas utama bagi Papua.

“Saya minta jangan dulu kita berpikir untuk bagaimana menjadi juara. Tapi bagaimana kita mempersembahan atlet Papua jadi juara di tingkat nasional dan internasional. Itu saja sudah cukup,”ujar Lukas.

Ia khawatir menjadi juara dengan status tuan rumah, justru berpotensi menjadi “boomerang” yang dapat dilontarkan semua pihak, untuk menjatuhkan Papua.

“Bagi saya, pelaksanaan PON di Papua ini bukan cuma kepentingan mau jadi tuan rumah saja dan juara. Siapa saja bisa jadi juara tapi kita tidak mau dengar karena kepentingan PON lalu Papua (juara) tetapi sudah diatur atau lainnya. Saya tidak mau dengar itu. Saya ingin bagaimana atlet kita mampu berbicara di forum nasional dan internasional”.

“Supaya apa, sehingga kita tidak dianggap jadi juara karena tuan rumah. Intinya yang terutama PON dapat terealisasi dengan baik dan kita bisa mendapat manfaat bangunannya. Meski saya tak menampik jadi juara lebih bagus, tapi sekali lagi intinya kita dapat manfaat bangunan dari PON dan sumbangan atlet berprestasi,” katanya. .(Erwin /Koran  Harian Pagi Papua)