BWS Papua Siapkan Penanganan Banjir Organda

0
85
Kepala BWS Papua, DR Ir Happy Mulya, ME, saat diwawancara. (Rambat)
Kepala BWS Papua, DR Ir Happy Mulya, ME, saat diwawancara. (Rambat)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Untuk mengatasi banjir di Perum Organda dan Konya, Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua mengakui telah menyiapkan materplan penanganannya.

Kepala BWS Papua, DR Ir Happy Mulya, ME mengatakan, jika untuk penanganan banjir di Perum Organda, pasca banjir tahun lalu, pihaknya sudah mengusulkan dana untuk studi tahun 2017.

Hanya saja, kata Happy, terjadi pemotongan anggaran infrastruktur, sehingga baru tahun 2018 khusus untuk Perum Organda akan dibuat desainnya tersendiri.
“Ya, tahun 2018 khusus untuk penanganan banjir Perum Organda, kita buat desainnya tersendiri,” kata Happy Mulya, kemarin.

Yang jelas, lanjut Happy, untuk penanganan banjir di Perum Organda itu, tidak bisa langsung bangun, namun harus didesain terlebih dahulu, termasuk amdalnya atau UKL-UPL dan permasalahan lahannya, jika hal itu sudah bebas semua baru diusulkan penanganan fisik.

“Ini memang jadi permasalahan khusus bagi kita di Papua, seperti waktu banjir di Perum Organda sebelumnya, kita masukkan alat namun ada beberapa oknum yang menahan alat berat kami. Kami mau menangani kok ditahan,” kata Happy Mulya.
Ia berharap dengan adanya koordinasi yang baik dan adanya dukungan dari Pemkot Jayapura dan Pemprov Papua, sehingga permasalahan itu bisa diatasi sehingga pihaknya bisa bekerja cepat agar banjir bisa tertangani dan surut.
Soal adanya goa alami di Konya? Pihaknya tidak menangani hal itu, karena merupakan batuan kapur sehingga mudah sekali runtuh.

“Yang perlu dibuat disitu adalah kisi-kisi besi untuk menahan sampah-sampah agar tidak masuk di goa. Nah, ini harus selalu dibersihkan, sehingga air yang datang bisa mengalir ke goa maupun outlet yang datang di belakang Hotel 77 Abepura, sehingga cepat turun,” jelasnya.


Happy mengatakan jika penanganan banjir yang tepat di kompleks Perum Organda dan Konya, harus dibuat kolam-kolam retensi.

“Jadi, ada lahan-lahan yang bisa kita manfaatkan disitu kita buat kolam penahan air. Jadi, ketika banjir dia tertahan dulu disitu, setelah itu mengalir pelan-pelan keluar dan perlu ada pompa air yang membantu keluarnya genangan air,” katanya.

Untuk SMA 4 Entrop, imbuh Happy Mulya, memang merupakan daerah genangan air ketika hujan deras. “Memang permintaan kepala sekolah agar dibuatkan pintu-pintu air, karena ketika terjadi genangan kita buka pintu air dia bisa langsung keluar ke drainase. Saya juga perintahkan kasatker OP kami untuk mengalokasikan dana, karena memang kecil saja sehingga tidak terlalu lama kita langsung tangani disitu,” imbuhnya. (bat /Koran Harian Pagi Papua)