Wali Kota BTM  Ajak Masyarakat Tidak Salahkan Pemerintah Dengan Banjir

0
32
ilustrasi Lokasi Banjir di Kota Jayapura. (istimewa)
Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM, saat diwawancara di lokasi Festival Teluk Humbolt di Pantai Hamadi, Kamis (3/8/2017). (Eveerth Joumilena/LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano mengajak masyarakat untuk tidak menyalahkan pemerintah dengan kondisi banjir yang terjadi.

 

“Sering manusia yang menilai dengan gampang saja, namun saya sebagai pemilik negeri Port Numbay, ini menjadi sebuah sukacita dan tandanya ada sukacita, dimana alam menunjukan kepada penghuni, maka siapapun yang tinggal harus sadar dan jangan buang sampah dan tebang pohon dengan sembarangan,” ujar Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, kepada media di Lokasi Festval Teluk Humbolt di Pantai Hamadi, Kamis (3/8/2017).

 

Dijelaskan, bahwa Adipura yang diterima Kota Jayapura kelima bukan Tuhan Allah yang menyelesaikan semua persoalan, namun  ini adalah ukuran dari Pemerintah Pusat yang menilai kebersihan lingkungan dan proses pelaksanaan pelayanan pemerintahan yang baik.

Lokasi Pasar Youtefa yang terendam banjir. (istimewa)

“Saya terus akan membenahi kota ni kedepan, tentunya semua proses ijin IMB akan lebih diperketat serta akan meminta kepada ondoafi – ondoafi untuk tidak menjual tanah – tanh dengan sembarangan, sehingga tempat sacral terjaga, karena kita ketahui bersama hutan – hutan penyangga kota Jayapura terkikis habis, bahkan kali yang tadinya 10 meter telah mengecil 1 meter, sehingga semua pohon telah ditebang tanpa menanam ulang,” ungkapnya.

Disampaikan, bahwa Adipura bukan ukuran, namun Adipura adalah  penilaian pusat dan bergengsi di Indonesia dna tentunya menjadi kebanggaan Kota Jayapura.

“Saya bangga dengan Adipura, karena gengsi dan saya membuktikan dengan Adipura, bahwa orang Papua membuktikan cinta lingkungan dan cinta kebersihan, terserah orang lain mau bilang apa, namun sebagai orang Papua yang hitam kulit keriting rambut, sering dibilang  pangkotor dan tidak bersih, namun penghargaan ini membuktikan kita orang Papua juga mampu dan cinta lingkungan dan cinta kebersihan,” paparnya.

Wali Kota Jayapura dua periode ini, menuturkan, dirinya sangat berterimakasih kepada Tuhan, karena Dia yang menciptakan alam dan manusia di Port Numbay.

“Tentunya bencana alam bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, sehingga jangan menyalahkan pemerintah, tetapi mari kita bertanya apa yang saya perbuat baik untuk kota ini, maka jangan tebang pohon dan buang sampah sembarangan, selanjutnya Pemerintah Kota Jayapura akan menata masalah banjir yang menimpa kita semua,” tandasnya. (Eveerth Joumilena)