Sukses Bangun Kota Layak Anak, Mathius Awoitauw Terima Penghargaan Kementerian PPPA

0
7
Penyerahan secara simbolis oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kabupaten Jayapura, Dra. Maria Bano kepada Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si.. (Irfan)
Penyerahan secara simbolis oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kabupaten Jayapura, Dra. Maria Bano kepada Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si.. (Irfan)

SENTANI (JAYAPURA ) – Untuk kesekian kalinya, Kabupaten Jayapura kembali mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia atas keberhasilannya mendorong program Kabupaten Jayapura menuju Kabupaten Layak Anak  (KLA).

Kabupaten Jayapura berhasil meraih dua penghargaan dari Kementerian PPPA RI ini bukan secara asal-asalan, namum melalui pengkajian yang mendalam oleh Tim dari Kementerian PPPA RI. Yaitu ada sejumlah kriteria penilaian yang dianggap telah terpenuhi oleh Kabupaten Jayapura, sehingga berhasil meraih dua penghargaan sekaligus.

Penyerahan penghargaan tersebut, dilakukan secara seremonial bersamaan dengan pelaksanaan Apel Pagi di lingkup Pemerintah Kabupaten Jayapura, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (31/7) pagi secara simbolis oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kabupaten Jayapura, Dra. Maria Bano kepada Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si.

Sementara dua penghargaan yang diraih Kabupaten Jayapura, yakni Penggerak Penanganan Eksploitasi Anak di Wilayah Timur dan Pelopor Pelayana Perlindungan Khusus di Wilayah Timur Tahun 2017.

Kabupaten Jayapura dianggap senantiasa berkomitmen dalam mendukung program dan kegiatan yang terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, khususnya dalam hal pemenuhan hak anak dan mendukung program Kabupaten Layak Anak yang dimulai dari Kampung Layak Anak.

Ilustrasi anak – anak asli Kampung Tablasufa dalam sebuah tarian adat di Pantai Amai (Foto Roberth Kromsiam)

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si dalam sambutannya mengatakan, bahwa pada prinsipnya pemerintah daerah tidak pernah meminta untuk mendapat penghargaan dari Kementerian. Namun kerja nyata dalam memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak telah dilakukan sejak dua tahun lalu.

“Saya atas nama semua masyarakat Kabupaten Jayapura menyampaikan rasa terima kasih dan  juga memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak di daerah ini yang telah memberikan dukungan terhadap program Kabupaten Jayapura menuju Kabupaten Layak Anak yang berbuahkan penghargaan tersebut,”  ucapnya.

Menurut Bupati Mathius, Kementerian PPPA RI adalah sebuah instansi yang memiliki sejumlah penilaian dalam menilai keberhasilan program KLA di Kabupaten Jayapura. Yang mana, dua penghargaan sekaligus didapat sebagai wujud keseriusan pemerintah daerah melindungi hak-hak perempuan dan anak.

Adapun dua penghargaan yang kita terima adalah pertama, atas keberhasilan Kabupaten Jayapura menjadi “Pelopor Pelayanan Perlindungan Khusus di wilayah Timur Indonesia tahun 2017 dan kedua atas keberhasilan Kabupaten Jayapura sebagai Penggerak Penanganan Eksploitasi Seksual Anak di Wilayah Timur Indonesia tahun 2017. Itulah dua penghargaan yang telah kita terima dari Kementerian PPPA RI,” sebutnya.

Untuk itu, Bupati Mathius juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang memberikan perhatian lewat kementerian kepada Kabupaten Jayapura, sehingga berbagai program di daerah terlaksana dengan baik sebagai bentuk keberpihakan pembangunan bagi masyarakat.


Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jayapura, Dra. Maria Bano menuturkan, sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan oleh kementerian untuk sebuah daerah akan disebut sebagai Kabupaten Layak Anak, Kabupaten Jayapura telah memenuhi sejumlah syarat.

Kedepan, pihaknya akan bekerja lebih giat lagi sehingga Kabupaten Jayapura menuju kabupaten Layak Anak dapat di respon oleh setiap Kampung dan Distrik sebab untuk menjadikan kabupaten layak anak harus di mulai dari kampung ramah anak.

“Kami juga sebagai Oraganisasi Perangkat Daerah (OPD) tekhnis mengharapkan adanya dukungan dari smeua pihak sehingga komitmen pemerintah menjadikan Kabupaten Jayapura sebagai Kabupaten Layak Anak dapat tercapai,” harapnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)