Putusan MK Final : Usman – Dinus Akui Kemenangan Mereka Milik Rakyat Tolikara

0
33
Bupati Tolikara Terpilih, Pasangan Usman G. Wanimbo, SE.M.Si dan Dinus Wanimbo, S.Sos . (istimewa)
Pasangan Cabup – Cawabup, Usman G. Wanimbo, SE.M.Si dan Dinus Wanimbo, S.Sos

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Tolikara akhirnya selesai, setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 18 distrik di Kabupaten Tolikara dalam sidang, Senin (31/7/2017) kemarin. Dalam amar putusannya, MK menyatakan permohonan pemohon (Jhon Tabo – Barnabas Weya) tidak dapat diterima.

Menyatakan hasil perolahan suara PSU di 18 distrik yakni Distrik Bewani, Biuk, Bokondini, Bokoneri, Bogonuk, Kanggime, Kembu, Kuari, Geya, Bilubandu, Goyage, Gundagi, Lianogoma, Nabunage, Nunggawi, Tagime, Umagi dan Telenggeme Kabupaten Tolikara pada pemilihan bupati dan wakil bupati Tolikara tahun 2017 dsesuai dengan surat keputusan KPU Tolikara Nomor 34.Kpts/KPU-Kab.TLK/V/Tahun 2017 tentang penetapan rekapituasli hasil penghitungan perolehan suara pemilihan bupati dan wakil bupati Tolikara dari hasil PSU di 18 distrik pasca putusan MK Nomor 14/PHP.BUP-XV/2017 adalah sah.

Selain itu, MK menyatakan hasil perolahan suara PSU di 18 distrik pada pemilihan bupati dan wakil Bupati Tolikara tahun 2017 sesuai SK KPU Tolikara Nomor 34/Kpts-Kab.TLK/V/2017 tentang penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan bupati dan wakilbupati, dari hasilPSU di 18 distrik paca putusan MK Nomor 14/PHP.Up-XV/2017 digabungkan denan perolehan suara yang telah ditetapkan berdaskan SK KPU Tolikara Nomor 09/Kpts/KPU-Kab.TLK/II/2017 tentang penetapan rekapitulasi hasil perolehan suara dan asil pemilihan bupati dan wakil bupati Tolikara tahun 2017 yang tidak dibatalkan oleh mahkamah.

MK menetapkan hasil perolehan suara yang benar masing-masing calon dalam PSU pada 18 distrik yakni paslon nomor urut 1, Usman G Wanimbo – Dinus Wanimbo meraih 73.205 suara, paslon nomor urut 2, Amos Yikwa – Robeka Enembe meraih 1.439 suara dan paslon nomor urut 3 Jhon Tabo – Barnabas Weya meraih 25.260 suara.

MK juga menetapkan hasil akhir perolehan suara dari masing-masing paslon dalam pemungutan suara Pilkada Tolikara yakni paslon nomor urut 1 Usman G Wanimbo – Dinus Wanimbo meraih 116.259 suara, paslon nomor 2 Amos Yikwa – Robeka Enembe meraih 13.216 suara dan paslon nomor urut 3 Jhon Tabo – Barnabas Weya meraih 86.679 suara.


Untuk itu, majelis hakim MK yang diketuai oleh Arief Hidayat bersama tujuh anggotanya ini, memerintahkan termohon untuk melaksanakan putusan ini.

Usai putusan MK itu, calon Bupati Tolikara nomor urut 1, Usman G Wanimbo menyampaikan rasa syukurnya atas putusan MK itu.

“Puji Tuhan, rasa syukur atas berkat Tuhan hari ini yang telah menunjukan keadilannya dan memenangkan segenap masyarakat Kabupaten Tolikara. Akhirnya, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada hari ini mengesahkan kemenangan saya, Usman G. Wanimbo bersama Dinus Wanimbo selaku Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tolikara untuk masa bakti 2017-2022,” kata Usman dihubungi HPP, Senin (31/7).

Usman menegaskan bahwa kemenangan ini, merupakan kemenangan seluruh rakyat Tolikara.
“Hari ini hari kemenangan buat seluruh masyarakat Tolikara. Jadi, kemenangan ini dari seluruh masyarakat Tolikara, bukan lagi kemenangan Usman – Dinus, bersama tim sukses dan pendukung saja, tapi kemenangan seluruh rakyat Tolikara,” kata Usman Wanimbo dihubungi HPP, Senin (31/7/2017).

Untuk itu, ia bersama Dinus Wanimbo berharap agar tidak ada lagi perbedaan, tetapi semua bersatu untuk membangun Kabupaten Tolikara untuk lima tahun ke depan.

Pihaknya juga akan merangkul semua pihak yang sebelumnya terlibat dalam Pilkada di Tolikara untuk bersama-sama membangun daerah itu.

“Masyarakat yang ada tetap menjadi warga saya, masyarakat Tolikara tetap sama-sama tanpa membeda-bedakan, semua adalah masyarakat saya,” katanya.

Bahkan, Usman Wanimbo memastikan jika semua daerah akan dibangun, apalagi pada semua distrik ia unggul dalam pelaksanaan pilkada tersebut.

Untuk itu, ia berharap kepada kedua kandidat dan pendukungnya agar menerima putusan MK tersebut, sebagai keputusan tertinggi.

“Jadi, tidak ada lagi yang keputusan lain, karena sudah selesai atau final. Pilkada selesai, tidak perlu lagi pikir politik, tapi sama-sama membangun dan menata kembali kekurangan selama ini yang belum selesai,” katanya.

Usman menambahkan, jika pilkada di Tolikara meurpakan perjuangan panjang dan melelahkan hampir 1 tahun ini. Namun, ia bersama seluruh tim sukses, masyarakat pendukung tetap tenang menghadapi putusan MK yang berjalan dengan baik.  (Rambat / Koran Harian Pagi Papua)