Dua Kelompok Perang Suku Warga Yahukimo Sepakat Damai

0
23

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dua Kelompok Warga Mayarakat di Yahukimo  yang berperang Suku antara suku Siep dan suku Husage, telah sepakat berdamai melalui penanda tanganan perdamaian, di Wamena.

Adapun  yang dimediasi oleh Kepolisian dan Anggota DPRD Provinsi Lazarus Siep dan dan anggota DPRD Kabupaten, Nehemia Elopore yang disaksikan oleh tokoh gereja, tokoh masyarakat dari distrik Mugi dan distrik Werima, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh mahaiswa, kepolisian polres Yahukimo dan Jayawijaya , Pemerintah provinsi diwakili oleh Elpius Hugi, dan kepala suku Yahukimo, melalui sebuah pernyataan sikap perdamain dilaksanakan Polres Jayawijaya di jalan Safridarwin, pada 29/7/2017 di Wamena.

Kapolres Jayawijaya yang diwakili oleh Kompol Agus Hariadi, S.Sos, Kabag OPS mengatakan,  bahwa Masyarakat dari kedua belah pihak korban Narius Esema suku husage distrik Werima dan Pelaku Anton Siep suku siep dari distrik Mugi, telah sepakat untuk berdamai dan tidak akan melakukan perang suku lagi.

 

“Sehingga membuat surat pernyataan sikap dengan 5 ( lima ) nomor yang ditanda tangani oleh pihak pelaku Eka Wit Siep dan pihak korban Husinakmo Elopore,” ujar Kompol Agus Hariadi, S.Sos.

“Anton Siep tersangka dengan Pasal 338 KUHP Subsider pasal 351 tetang tidak pidana kejahatan menghilangkan nyawa orang, maka pelaku kita diproses dengan Hukum Positip,” ujar  Kompol Agus Hariadi

Pihak Hisage dan Siep telah sepakat bahwa  menjadi korban asal muasal terjadi masalah ini dari anton Siep, maka semua hukuman akan ditanggukan kepada Anton Siep untuk diproses hukum, sehingga kedua pihak dan semua yabg menyaksikan, bertepuk tangan bahwa sepakat.

Waka Polres Yahukimo, Kompol Johan Itlay mengatakan, masalah ini ditangani oleh Polres Jayawijaya dan pihaknya Polres Yahukimo, yang dimedasi oleh DPRD Provinsi Papua, Lazarus Siep dan DPRD Kabupaten Yahukimo Nehemia Elopore, tokoh dari kedua distrik, hambah Tuhan kami Kumpulkan dan duduk bersama kedua bela pihak korban mapupun pelaku sehingga masalah bisa selesai dan buat surat pernyataan dan penanda Tanganan kesepakatan perdamaian, akunya Itlay

Sebagai tokoh Dewan Perwakilan Rakyat daerah Yahukimo, Nehemia Elopore Menyampaikan terima kasih kepada masyarakat kedua suku husage dan siep dari tanggal 28-29 Juli 2017 bisa duduk bersama dan buat kesepakatan perdamaian.

“Saya pesan kepada kedua masyarakat Werima dan Mugi jangan lagi perang, sudah cukup kali ini saja terjadi, karena hambah Tuhan sudah didoakan, dan sudah sepakat untuk berdamai, maka itu Kami saat ini berpikir untuk pembangunan dan kemajuan daerah” pesannya Elpore

 

Lazarus Siep, Anggota DPR Papua dari fraksi PDIP komisi IV ini menyampaikan terima kasih atas nama masyarakat Distrik Werima Suku Husage dan masyarakat Distrik Mugi suku Siep menyampaikan terima kasih atas partisipasi dari ketua DPR Papua dan sekretariat DPR Papua, Polres Yahukimo, Polres Jayawijaya, Kodim Jayawijaya , Polsek Kurima, Perwakilan DPRD Yahukimo, Perwakilan DPR Papua dan semua intelektual wilayah Kurima, Mugi, Werima, Tangma, Pasema, Samenage, Uka, dan Hogio, tokoh Gereja dari Sinode Kingmi Papua, PGGY, dan perwakilan Gubernur Provinsi Papua Elpius Hugi serta kepala-kepala suku sejak terjadi masalah sampai bisa terselesainya, ucap siep.

“Nehemia dan saya sebagai Wakil Rakyat ditengah resiko berat tetapi kami turun dan mdiasi kedua distrik atau suku sehingga bisa dengar kami dan dan buat kesepakatan berdamain maka kami dua menyampaikan terima kasih” kata Lazarus

Sementara itu, Perwakilan Provinsi Papua, Sangat Kesal dengan kejadian ini, karena satu orang Papua mati harga atau nilainya mahal, karena sekarang ini erah pembangunan tetapi perang seperti ini tidak pantas, jangan lagi ada pembunuhan. (*)