Buah Pinang Asal Kabupaten Jayapura Akan Diekspor ke China

0
26
Buah Pinang
Buah Pinang, Perekat Persatuan Kesatuan Budaya di Papua, namun memiliki kadar kesehatan baik hingga diminati investor dari China. (Istimewa)

SENTANI (LINTAS PAPUA) –  Pinang yang sehari-harinya merupakan buah khas di Papua, ternyata menjadi andalan di negara Asia. Pinang yang begitu tersohor di Cina dan India.

Bahkan hasil tanaman lembab ini begitu diminati negara berpenduduk terbesar pertama dan kedua di dunia itu.

“Sehingga investor berencana mengekspor buah Pinang asal Papua, khususnya Kabupaten Jayapura ke Negara Tirai Bambu tersebut,” ujar Komisaris Utama Perusda Baniyau, Aristoteles Waimuri, di Sentani, Senin (31/7/2017).

Pinang adalah sejenis komoditi palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian timur. Pinang juga merupakan nama buahnya yang diperdagangkan orang. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Betel palm atau Betel nut tree, dan nama ilmiahnya adalah Areca catechu.

Dikatakan, pihaknya  sendiri juga tidak tahu, mereka datang kesini yaitu grup dari BUMN intinya ingin melihat kayu.

“Saat kita lagi makan malam, mereka ini melihat salah satu dari kami lagi makan pinang. Kemudian dari situlah mulai, mereka berencana ingin melakukan kerjasama ekspor Pinang dari daerah ini,” ucapnya.

Menurut Aristoteles, rencana ekspor Pinang ini awalnya tidak ada dalam planning (tidak sengaja), lalu mereka bercerita bahwa di Negara China untuk konsumsi buah Pinang itu lebih dari 5 juta ton/tahun.

Buah Pinang

“Dari situlah mulai dan itu kurang lebih dua minggu yang lalu. Sehingga pada minggu ini, mereka datang (tiba) kemudian melakukan komunikasi dengan kami (Perusda) dan kami membawa mereka ke kebun dari salah satu petani di daerah ini,” ungkapnya.

Diakui, kini diperlukan suplay itu minimum sebanyak 5 ton per/hari.

“Mereka ingin membuat pabrik, karena di China cara konsumsi pinangnya itu sangat beda dengan kita yang ada di Papua ini. Karena pinangnya di masak terlebih dahulu, atau perlu pengolahan. Jadi, itu yang mereka cari atau inginkan 5 ton/hari,” katanya.

Pihak  Perusda Baniyu merespon baik terhadap rencana ekspor Pinang ini.

Sehingga kami akan mencari untuk jangka pendeknya akan menjadi pengepul dulu. Sedangkan untuk jangka panjangnya adalah kami bersama mereka akan membangun pabriknya di daerah ini,” harapnya. (Irfan /Koran Harian Pagi Papua)