Sopir Ngantuk, Avanza Terjun Bebas dari Jembatan Kampung Harapan

0
34
Kecelakaan tunggal mobil Toyota Avanza DS 1860 AN warna hitam di Jembatan Kampung Harapan Distrik Sentani Timur Kab. Jayapura. Minggu (30/7/2017). (istimewa)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Mobil Toyota Avanza berpelat nomor DS 1860 AN terjun bebas di sungai Jembatan Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Minggu (30/7/2017) kemarin sore sekitar pukul 15.10 WIT. Insiden tersebut terjadi diduga akibat sopir mengantuk.

Kanit Lantas Polsek Sentani Timur, Bripka Eko Marsudi, mewakili Kapolsek Sentani Timur Iptu Lambertus Limbong Sattu, mengatakan kendaraan melaju dari arah Sentani menuju Waena. Kendaraan tersebut ditumpangi tujuh orang.

Mereka dari Sentani baru pulang Ibadah Minggu di daerah Yahim-Sentani, kata dia dalam rilis persnya yang dikirim via Whatssapp (WA) ke ponsel wartawan harian ini, Minggu (30/7) kemarin malam.
Menurut dia, kecelakaan tunggal tersebut, terjadi pada Minggu (30/7/2017) sore sekitar pukul 15.10 WIT. Dia menambahkan, selain sopir mengantuk, jalan yang halus juga membuat sopir terlena untuk memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Jalanan kosong dan bersih, tidak ada kendaraan lain saat kejadian, imbuh dia.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Meski begitu, sejumlah bagian mobil mengalami kerusakan parah.

Kecelakaan tunggal mobil Toyota Avanza DS 1860 AN warna hitam di Jembatan Kampung Harapan Distrik Sentani Timur Kab. Jayapura.. Suasana warga membantu menolong korban dibawah jembatan. (istimewa)

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sentani Timur, Ipda Imam Rubiyanto yang ikut mengevakuasi sopir dan para penumpang bersama Kanit Lantas Bripka Eko Marsudi membenarkan kecelakaan tersebut.

“Kecelakaan tadi (kemarin) sekitar jam tiga sore. Saat mendapat laporan, saya bersama Kanit Lantas dan tiga anggota langsung menuju TKP. Sudah ditangani Unit Laka Polsek Sentani Timur,” imbuhnya.

Dikatakan, pihaknya dibantu warga sekitar untuk mengevakuasi para korban ke RS Dian Harapan. Dari olah TKP awal, sementara diduga sopir mengantuk, saat ini ke tujuh korban penumpang masih dirawat di RS Dian Harapan. Sedangkan untuk sopir dipindahkan ke RSUD Abepura, dikarenakan tidak cukup ruangan, tukasnya. (Irfan /Koran Harian Pagi Papua)