Masyarakat Papua Diimbau Taat Bayar Pajak Kendaraan

0
4
Seorang Jurnalis RRI Jayapura, Lina Umasugi, dengan souvenir yang diterima, sebagai simbol ikut mendukung dan mengajak warga Papua untuk ikut dukung pembangunan dengan membayar pajak , dalam sebuah kegiatan yang berbeda. ((Eveerth /LintasPapua.com)
Razia yang dilakukan Badan Pendapatan Daerah Papua bersama tim gabungan untuk menjemput PAD di Dinas Otonom Kotaraja Jayapura. (Erwin)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Pemerintah Provinsi Papua melalui Badan Pendapatan Daerah mengimbau masyarakat untuk taat dan tak telat membayar pajak kendaraan bermotor. Sebab hasil pembayaran pajak tersebut, akan dipergunakan oleh pemerintah provinsi sebagai modal pembangunan bagi Papua.

 

 

 

 

“Sebab pajak yang dibayar dari rakyat tentunya akan kembali dipergunakan untuk masyarakat. Dalam artian hasil pajak yang dibayar masyarakat akan digunakan untuk pembangunan pada berbagai sektor, diantaranya pendidikan, kesehatan maupun infrastruktur,” terang Kepala Badan Pendapatan Daerah, Gerzon Jitmau di Jayapura, Jumat (28/7/2017) kemarin.

Menurut dia, kesadaran masyarakat untuk membayar pajak memang perlu ditingkatkan dengan berbagai cara. Diantaranya, dengan melakukan sweeping gabungan guna “menjemput” pendapatan dari masyarakat.

Seorang Jurnalis RRI Jayapura, Lina Umasugi, dengan souvenir yang dipegang, sebagai simbol ikut mendukung dan mengajak warga Papua untuk membayar pajak.
((Eveerth /LintasPapua.com)

“Makanya, saya nilai positif kegiatan razia kendaraan bermotor dalam rangka meningkatkan PAD. Dengan begitu, kita bisa menjaring masyarakat yang belum membayar pajak untuk segera dilunasi,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, dirinya menyatakan ingin mendorong razia maupun operasi terpadu guna menjaring penunggak pajak kendaraan bermotor.

“Paling tidak kita harap kegiatan ini dilaksanakan secara rutin yang nantinya dilakukan setiap bulan. Hal ini, sebagai upaya meningkatkan pendapatan daerah,” katanya.

“Sebab razia atau sweping yang kita lakukan ini fokusnya untuk penjaringan kendaraan yang pajaknya sudah mati untuk selanjutnya diproses,” pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Pendapatan Daerah bersama instansi terkait melakukan razia kendaraan bermotor di Dinas Otonom Kota Raja Jayapura, pada Jumat (28/7) kemarin. Sekitar ratusan kendaraan roda dua dan empat terjaring dalam razia tersebut.

Para wajib pajak yang terjaring langsung diminta membayar pajak di tempat. Sementara yang belum, diberikan kesempatan paling lambat membayar pada Senin (31/7) pekan depan. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)