600 Penyu Belimbing Anak Dilepaskan di Pantai Skouw Yambe

0
74
Wilayah Laut disekitar perbatasan harus terus dijaga. Tampak Wilayah Laut di Kampung Enggros. (Eveerth Joumilena / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Wakil Wali Kota Jayapura,  Ir. H. Rustan Saru. MM, didampingi Kadis Perikanan dan Kelautan, Kadis Pertanian, Kepala BNPP, Dansatgas Pamtas, Kepala Distirk Muara Tami, serta masyarakat, melepas 600 penyu anak (Tukik) Jenis Belimbing dari penangkarannya ke habitat laut lepas, pantai Skouw Yambe, Distrik Muara Tami.

Wakil Wali Kota pada kesempatan ini mengapresiasi OPD terkait yang telah memprogramkan pelestarian dalam upaya penyelamatan kelangsungan hidup penyu, dengan melibatkan masyarakat setempat (Skouw Yambe) dalam mengoperasionalkan satu-satunya penangkaran penyu di Kota Jayapura.

“Kami mengapresiasi dinas perikanan ada suatu kegiatan khusus di Kampung Skouw Yambe, yaitu disini ada penangkaran penyu yang dikelola oleh Pak Abner Pae, ini dalam rangka memberikan penyelamatan kepada penagkaran penyu kita, karena kalau ini dibiarkan menetas dipantai tanpa dikelola dengan system penangkaran tentu nanti akan punah”. ujar Wakil Wali Kota, saat pelepasan, Jumat,  (21/7/2017).

Dirinya kemudian berharab kedepan Pantai Skouw Yambe dan penangkaran ini dikelola secara professional dengan melibatkan SDM yang ditopang dengan anggaran dan fasilitas yang memadai, agar menjadikannya sebagi salah satu destinasi wisata yang potensial yang kedepannya menghasilkan PAD bagi Kota jayapura.

“Orang bisa kesini ramai-ramai jadi tempat wisata kami juga, maka kedepan jangka panjang, perlu disini adanya penataan-penataan khusus sehingga Pemerintah Kota Jayapura bisa mengambil bagian disini dalam rangka memberikan investasi atau sumber dan yang berguna bagi penataan pantai kita,” tambah Orang nomor 2 Kota Jayapura.

Dengan demikian hal itu diharapkan terorientasi pada terangkatnya perekonomian masyarakat setempat, yang dikonsepkan dengan membangun pos-pos pembayaran retribusi bagi wisatawan lokal, maupun mancanegara.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Jayapura, Elsye P. Rumbekwan, ditempat yang sama mengatakan untuk pemeliharaannya anak penyu (Tukik) telah dilakukan selama satu bulan, menurutnya jangka waktu tersebut tidak dianjurkan bagi mental anakan penyu yang dilepas.

“Harusnya 15 hari setelah menetas harus dilepas, karena ini termasuk hewan liar kalau lebih dari 15 hari itu sifat liarnya sudah timbul, jadi dia harus kembali kealam,” Ujar Elsye P. Rumbekwan.

Dikatakannya lagi bahwa hal tersebut, merupakan Program Dinas Perikanan dan Kelautan sejak tahun 2012 untuk kawasan tersebut dengan tujuan menyadarkan masyarakat akan pentingnya pengawasan dan perlindungan serta penyelamatan kawasan setempat. ditambahkan bahwa sejak tahun 2012 lalu, telah dilakukan 4 kali pelepasan tukik ke habitat aslinya. (Humas Pemerintah Kota Jayapura)