BAZNAS Kabupaten Jayapura Gelar Halal Bi Halal

0
34

SENTANI (LINTAS PAPUA) –  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jayapura menggelar Halal Bi Halal yang bertema Kita Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah dan Toleransi Antar Antar Ummat Beragama yang Merupakan Implementasi Zona Integritas Menuju Kabupaten Jayapura Baru yang Damai, Jumat (28/7) kemarin sore, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Hadir dalam Halal Bi Halal, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, Ketua BAZNAS Provinsi Papua Eddy Mirza, Ketua BAZNAS Kabupaten Jayapura H. Tri Mulyadi, SH, M.Kn, alim ulama, tokoh agama dan unsur Forkompimda se-Kabupaten Jayapura.

BAZNAS yang baru terbentuk kepengurusannya pada tahun 2016 lalu dan dilantik oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, ingin eksis untuk tetap mengumpul zakat yang sudah melantik 33 pengurus masjid sebagai amil zakat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Jayapura, H. Tri Mulyadi, SH, M.Kn, mengatakan BAZNAS sebagai lembaga amil zakat merajut kembali tali silaturrahmi, ukhuwah islamiyah, saling bertukar pikiran atau pengalaman dan sharing.

Kita harus ada ukhuwah islamiyah, toleransi antara sesama ummat Muslim dengan tidak memandang paham organisasi baik itu Muhammadiyah, NU atau organisasi Islam lainnya, serta toleransi antara sesama umat manusia, ungkap Ketua BAZNAS Tri Mulyadi kepada wartawan usai acara Halal Bi Halal dan Penyerahan Santuna kepada 70 orang Mustahiq, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (28/7) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Tri mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh ummat di Kabupaten Jayapura, terutama kepada para unit pengumpul zakat maupun pengurus-pengurus amil zakat lainnya karena adanya perbedaan pemikiran.

Dimana, pemerintah sudah merumuskan bahwa BAZNAS ini merupakan lembaga amil zakat yang ada di Indonesia. Namun ada beberapa pengurus masjid masih bertahan dengan pemahamannya bahwa amil zakat itu dibentuk oleh masjid, katanya.

“Untuk itu, kita ingin sampaikan BAZNAS sudah melantik 33 pengurus masjid di Kabupaten Jayapura sebagai pengumpul zakat. Namun kenyataannya para pengurus masjid yang sudah dilantik ini belum mampu melaksanakan apa yang diinstruksikan dan diharapkan oleh BAZNAS,” sambung dia.

Sehingga pendapatan BAZNAS sebagai lembaga pengumpul zakat tidak dapat tercapai sesuai harapan yang dinginkan, akibat kurangnya sosialisasi. BAZNAS tidak bisa melakukan sosialisasi karena dana untuk melakukan sosialisasi ini tidak boleh diambil dari zakat, namun harus diambil dari dana operasional.
Sementara itu, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus BAZNAS Kabupaten Jayapura yang saat ini mengadakan acara silaturrahmi antara pemerintah dengan anggotanya yang sekaligus juga menyerahkan bantuan santunan.
“Dengan adanya acara seperti ini, kita bisa lebih maju lagi untuk berkontribusi dalam memberikan perhatian karena kita sudah memahami dalam ibadah-ibadah yang sudah kita lalui saat menjalankan puasa di bulan suci ramadhan yang lalu,” kata Bupati Jayapura Mathius Awoitauw.

Bupati Mathius mengungkapkan pekerjaan yang dilakukan BAZNAS ini merupakan pekerjaan kemanusiaan, karena setiap pribadi dengan pemahaman yang baik pasti dengan senang hati dan juga dengan kerelaan hati pasti akan ikut serta didalam gerakan kemanusiaan ini.

Saya ucapkan terima kasih kepada pengurus BAZNAS, dalam usia yang baru sudah bekerja dengan maksimal, dengan target yang luar biasa dan target ini juga tidak muluk-muluk karena potensi kita sangat besar di daerah ini, ucapnya.

Saya mengajak kita semua untuk bisa bekerjasama, seluruh komponen dan seluruh potensi-potensi yang kita miliki. Hidup kita di dunia ini tidak bisa hitung-hitung, maka itu dengan kesempatan yang ada saat ini mari kita berbuat sesuatu untuk kebasaran nama Tuhan dan juga untuk pekerjaan-pekerjaan kemanusiaan, tukas Bupati Mathius. (Irf /Koran Harian Pagi Papua)