Ratusan Guru di Wamena Aksi Demo Pertanyakan Dana Sertifikasi

1
1782
Aksi Demo Para Guru Di Depan Halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya.
Aksi Demo Para Guru Di Depan Halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya.

WAMENA (LINTAS PAPUA) – Ratusan tenaga pengajar yang ada di Wilayah Kabupaten Jayawijaya kembali mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Selasa (25/7/2017) dengan melakukan aksi demo spontan di halaman kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya.

Salah satu perwakilan guru dari SMPNegeri Tagime dan juga Koordinator aksi Darius Yusuf mnejelaskan, aksi ini merupakan aksi lanjutan yang dilakukan pada tanggal 18 Juli lalu, dimana aksi yang dilakukan kali ini untuk menayanyakan kepada pihak dinas terkait realisasi dana sertifikasi dan non sertifikasi.

“Jadi atas nama teman-teman tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK, kita kumpul untuk menanyakan hak kami yaitu antara sertifikasi dan non sertifikasi, orang dinas harus tahu bahwa sertifikasi atau non sertifikasi atau Bansos ini yang namanya guru itu harus dapat kenapa orang pusat harus mengeluarkan NUPTK dan kita guru kalau ada NUPTK berarti harus dapat, tetapi selama ini yang dapat itu guru SD dan SMP, sedangkan SMA, SMK itu tidak dapat padahal punya NUPTK, itu salah satu pertanyaan besar yang harus dijawan dinas,” kata Darius.

Dijelaksan, hingga hari ini belum ada kejelasan pati dari dinas pendidikan terkait dana yang dibicarakan, selain itu juga tidak ada realisasi untuk dana bansos.

“Untuk ini seharusnya akunnya orang dinas yang tahu, tetapi kenapa harus ada orang ke dua dan orang ke tiga, dan alas an dari dinas selalu bilang tunggu kepala bidang, ini soal juga” jelas Darius.

Dikatakannya, hingga saat ini dana Non sertifikasi sudah tiga triwulan belum dibayar sejak 2016 sampai 201, sementara bansos tahun 2016 itu tidak ada informasi, padahal bantuannya ada.

Terkait data yang diminta dan mnejadi alasan dinas sehingga dananya belum dibayar, Darius menjelaskan, semua darta yang diminta oleh dinas sudah diserahkan, namun belum ada yang direalisasikan terkait dana yang sedang diperjuangkan.

Menurutnya, sesuai data yang ada, satu orang guru akan menerima dana untuk non sertifikasi sebesar 750 ribu satu triwulan dan ada yang dapat 712 ribu, sedangkan sertifikasi yang dimaksud itu dihitung sesuai masa kerja sehingga yang harus dibayarkan sekitar 40 juta sampai 47 juta, dan untuk dana bansos itu sebesar 60 juta hingga 70 juta.

Ditambahkan, semua teman-teman telah sepakat akan melakukan aksi yang sama di kantor Bupati Kabupaten Jayawijaya jika hal yang diperjuangkan hari ini tidak ditindaklanjuti dan direalisasikan kepada para guru.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya melalui Sekretaris Dinas Kabupaten Jayawijaya, Bambang Budihandoyo menjelaskan, dari fungsional, datanya telah dikelola dan SK-nya sudah ada, selanjutnya akan diproses sesuai dengan mekanisme yang ada.

Aksi Demo Yang Dilakukan Tenaga Guru Se-Kabupaten Jayawijaya Di Depan Halaman Kantor Dinas Pendidikan Jayawijaya ,
sebelumnya. (Ema)

“Tahun lalu itu beda, karena masuk di rekening langsung, namun tahun ini beda, kita harus punya SK dulu baru kita minta uangnya, maka akan di proses ke rekening,” jelas Bambang.

Diakuinya, aksi ini merupakan sebab akibat dari kurangnya sosialisasi teman-teman di bidang yang menangani hal ini, sehingga terjadi aksi demo spontan oleh para guru.

Dijelaskan, dana fungsional memang hanya dikhususnya untuk mereka yang ada di daerah pinggiran.

“Saya belum tahu berapa jumlah sekolah yang ada di daerah pinggiran, karena data SKnya baru dikasih,” kata Bambang.

Terkait aksi lanjutan yang akan dilakukan, Bambang menjelaskan, akan melaporkan ke pimpinan dalam hal ini Sekda Kabupaten Jayawijaya dan pihaknya akan mengevaluasi kinerja kedepannya. (Ema)