SMP N 6 Raih Sekolah Ramah Anak, Deklarasikan Stop Kekerasan

0
24

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dengan diraihnya piagam dan tropy penghargaan SMP Negeri 6 Jayapura sebagai Sekolah Ramah Anak Se-Tingkat SMP Tahun 2017, Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Jayapura, Purnama Sinaga, S.Pd. M. M.Pd mengajak semua Kepala-kepala Sekolah baik dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK se-Kota Jayapura untuk bersama-sama menerapkan dan berkomitmen serta mendeklarasikan stop kekerasan di sekolah.

“Dalam usaha mewujudkan sekolah ramah anak, pihak sekolah harus menciptakan suasana yang kondusif agar anak merasa nyaman dan dapat mengekspresikan potensinya. Dengan memerhatikan program sekolah yang sesuai, lingkungan sekolah yang mendukung serta aspek sarana-dan prasarana yang memadai,” ujar Purnama Sinaga, di Sekolah, Senin (24/7/2017).

Selain itu, Purnama menyampaikan bahwa inti dari komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah ramah anak itu adalah stop kekerasan baik fisik, non-fisik, kekerasan verbal, dan turut memberikan pemenuhan terhadap hak anak-anak untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman selama berada di sekolah.

“Perlindungan yang pertama tentu ada dalam keluarga, dan sepertiganya ada di sekolah. Jadi melalui program sekolah ramah anak ini diharapkan bapak/ibu guru, tata usaha maupun sesama temannya itu bisa memberikan rasa aman kepada temannya yang lain,” harapnya.

Dicontohkan, misalkan dalam memberikan disiplin positif terhadap anak tidak harus dengan hukuman fisik, melainkan bisa dialihkan dengan pemberian tugas, jika siswa terlambat dia diminta membuat karya tulis tentang pentingnya kedisplinan.

Dikatakan, lingkungan sekolah yang mendukung kenyamanan anak, aspek sarana-prasarana yang memadai terutama yang berkaitan dengan kebutuhan pembelajaran anak didik, serta sekolah juga harus menjamin hak partisipasi anak, seperti adanya forum anak, ketersediaan pusat-pusat informasi layak anak, ketersediaan fasilitas kreatif dan rekreatif pada anak, ketersediaan papan pengumuman, ketersediaan kotak saran kelas dan sekolah.

“Dan juga ketersediaan majalah atau koran anak. Sehingga diharapkan sekkolah dapat memungkinkan anak untuk mengungkapkan pandangan dan perasaannya terhadap situasi yang memiliki dampak pada dirinya,” tandasnya. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)