Pemprov Akan Berikan Uang Tunai Untuk Anak Usia Dini di La Pago dan Mee Pago

Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, Hery Dosinaen, saat wawancara. (Erwin)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Provinsi Papua mulai berwacana untuk memberi subsidi atau bantuan uang tunai bagi seluruh warga di Bumi Cenderawasih. Sebagai langkah awal, Pemprov ingin menguji coba program tersebut pada tiga kabupaten sebagai percontohan. Yakni Lanny Jaya untuk mewakili wilayah La Pago, Paniai (Mee Pago) dan Asmat (Animha).

“Namun pemberian bantuan dana segar ini sebatas kepada anak usia 0-4 tahun serta orang dewasa diatas 60 tahun,” terang Gubernur Papua melalui Sekda Hery Dosinaen di Jayapura, Senin (24/7/2017) kemarin.

Hery mengatakan, hadirnya wacana program bantuan uang tunai tersebut, dikarenakan hasil evaluasi pemanfaatan dana Prospek yang dinilai belum tepat sasaran. Dengan demikian diharapkan dana bantuan yang juga bersumber dari dana Prospek tersebut, bakal mampu menghasilkan anak -anak Papua yang cerdas serta tumbuh menjadi generasi muda produktif penerus bangsa.

Ilustrasi anak –
anak usia dini di Kabupaten Puncak , pentingnya pelayanan pemerintah, melihat masa depan anak – anak asli Papua.k (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

“Sehingga nanti anak-anak di usia emas ini akan mempunyai rekening tabungan bank sendiri. Tapi sebelumnya, kita akan data dulu seluruh anak di tiga kabupaten ini,selanjutnya bisa dialokasikan berapa banyak jumlah yang akan diserahkan,” katanya.

Baca Juga :  Lomba Goyang Aster Semaraki HUT Kemerdekaan RI

“Sebab bila terealisasi, kita wacanakan memberi uang sebesar Rp 200.000 – Rp 300.000 per bulan,” ucap dia.
Sementara menyinggung soal pengawasan, Sekda mengaku akan ikut melibatkan pemerintah kabupaten setempat.

“Sebab pemerintah kabupaten setempat merupakan pemilik wilayah yang harus ikut dalam proses pengawasan. Sehingga nantinya program ini diharapkan bisa maksimal untuk membangun anak-anak muda Papua,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Ia berharap program ini akan mampu menekan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Papua yang rendah. Dilain pihak, menurunkan angka kematian ibu dan anak, termasuk dalam upaya memperbaiki gizinya. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)