Pedagang Diminta Jaga Kebersihan Pasar Skouw

0
4
Ketua KNPI Papua, Max Olua, saat berbicang - bincang dengan media di Abepura. (Eveerth / LintasPapua.com)

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua, Max Olua. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pasca diresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, ditengarai jumlah kunjungan masyarakat dari dalam maupun luar negeri mengalami kenaikan. Kondisi ini pun dimanfaatkan para pedagang untuk berjualan di sekitar lokasi pasar, namun kebersihan Pasar harus dijaga oleh pedagang.

Berkenaan dengan hal itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua, Max Olua mengimbau, agar para pedagang dapat menjaga kebersihan pasar, yang merupakan beranda terdepan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Memang pasar ini lagi dalam proses pembangunan pasca terbakar beberpa waktu lalu, meski begitu para pedagang yang menempati lapak-lapak darurat harus menjaga kebersihan. Sebab inilah wajah terdepan Papua dan NKRI di mata dunia, lebih khusus negara tetangga kita PNG,” terangnya di Jayapura, Senin (24/7/2017).

Dia mengatakan, aktivitas jual beli di Pasar Skouw sebelum dibangun PLBN memang sudah sangat tinggi. Oleh karenanya, dia berharap ada perhatian dari para pedagang untuk juga mampu menjaga keamanan dan ketertiban.

“Supaya masyarakat terutama PNG yang biasanya berbelanja ke pasar ini, bisa merasakan kenyamanan untuk berbelanja,” ucapnya.

“Apalagi pasca kebakaran pembangunan ulang pasar sedang dilakukan. Sehingga saya harap dukungan dari para pedagang untuk tidak berjualan didalam areal pasar, tetapi menempati tempat darurat yang sudah disediakan. Dengan begitu, kita optimis pedagang pembangunannya bisa cepat selesai,” tuturnya.

Senada disampaikan Kepala Biro Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua, Suzana Wanggai. Ia mengimbau para pedagang dapat bersama-sama dengan seluruh aparat di Skouw untuk menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban di Skouw.

Ia pun berharap, para pedagang tak terlibat maraknya peredaran barang haram narkoba dari PNG melalui Skouw. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)