Republik Palau Tertarik Kerja Sama Dengan Papua di Bidang Pertambangan

0
67

Pulau – Pulau di Negara Pasifik Repubik Palau. (Istimewa)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Provinsi Papua yang kaya akan sumber daya alamnya, nyatanya sudah terdengar hingga ke seantero ujung bumi. Hal tersebut tak ayal mengundang ketertarikan sejumlah negara tetangga untuk kerja sama dibidang ekonomi, pertambangan dan lainnya.

Salah satu diantaranya Republik Palau, yang kini telah menyatakan ketertarikan mendatangkan sejumlah bahan material galian c yang ada di pulau Papua. Diantaranya pasir dan batu, dimana kedua sumber daya alam itu dihargai Rp1,3 juta per satu kubik di Republik Palau.

“Sejak turun dari pesawat pasir, batu-batu yang ada di sini sudah membuat utusan dari negara Palao ngiler. Sebab harga untuk 1 kubik batu dan pasir di Palau mendapai Rp1.3 juta,” katanya.

“Sementara di Papua jauh lebih murah. Sehingga dari pertemuan ini diharapkan bisa ada tindaklanjut untuk kerja sama mengangkut material itu ke Palao,” terang Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina Johny Lumintang, yang mendampingi Konsul Kehormatan RI di Republik Palau Ignacio Anastacio, bertemu Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty, Jumat (21/7/2017) di Jayapura.

Johny mengaku tak hanya kerja sama dibidang pertambangan yang bisa dibangun dengan Palao yang masih memiliki hubungan kekerabatan ras melanesia dengan Papua. Namun dibidang perekrutan tenaga kerja.

“Sebab siapa tahu mungkin ada anak-anak Papua yang bisa bekerja di hotel-hotel Repulik Palau.Sebab memang disana (Palao) hanya ada 20 ribu penduduk tapi jumlah wisatawan yang berkunjung sebulan bisa mencapai jumlah itu.
“Dengan demikian, supaya juga ada konektiviitas antara saudara-saudara kita yang ada di pasifik dengan Indonesia, khususnya bagian timur,” ucap dia.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua, Elia Loupatty (Erwin)

Sementara Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty menyambut baik tawaran kerja sama itu. Apalagi Papua merupakan bagian dari ras melanesia.
Oleh karena itu, pihaknya mengatakan jika memang ada peluang-peluang ekonomi yang bisa digarap oleh kedua belah pihak, dirinya merasa sangat baik untuk ditindaklanjuti.

“Seperti ada permintaan untuk pengiriman material bangunan batu dan pasir. Tentu jika ini baik harus ditindaklanjutii. Apalagi bahan baku di Palau kan mahal. Sementara di Papua masih tergolong murah. Sehingga secara ekonomi saya katakan ini kesempatan yang harus diwujudkan,” harapnya.

Republik Palau (juga dieja sebagai Belau) adalah sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik, 200 km sebelah utara wilayah provinsi Papua Barat, 255 km sebelah timur wilayah provinsi Maluku Utara, 500 km sebelah timur wilayah provinsi Sulawesi Utara dan 500 km sebelah timur negara Filipina. Negara ini merdeka pada tahun 1994 dari Wilayah Perwalian Kepulauan Pasifik yang diperintah Amerika Serikat. Palau terdiri dari 8 pulau utama dan sedikitnya 250 pulau kecil. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)