NasDem Papua Kirim 30 Orang Ikut Akademi Bela Negara

0
12

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Papua mengirim 30 peserta untuk digembleng dalam Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem. Bersama dengan sekitar 500 utusan lainnya dari seluruh provinsi di tanah air, mereka ditempa selama empat bulan dalam ABN tersebut.

Mereka masuk kampus yang terletak di Jalan Pancoran Timur II No 2A, Jakarta Selatan itu, yang sudah dimulai sejak 1 Juli dan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 16 juli 2017 lalu.

Itu semacam sekolah yang didirikan oleh Partai NasDem, yakni Akademi Bela Negara yang merekrut para pemuda diseluruh Indonesia. ABN angkatan I (pertama) itu ada sekitar 500 orang yang mengikuti sekolah atau akademi tersebut, untuk empat bulan kedepan, ujar Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Papua, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, ketika menjawab pertanyaan wartawan harian ini saat ditemui di Kediamannya, Jalan Dunlop Sentani, Sabtu (22/7/2017) lalu.

Mathius Awoitauw yang juga Bupati Jayapura itu menyampaikan, ABN ini menurut Presiden Joko Widodo, satu-satunya di Indonesia yang diselenggarakan oleh partai politik (Parpol).

Sehingga dari pemerintah pusat dalam hal ini bapak Presiden memberikan apresiasi, karena akademi ini menyiapkan calon-calon pemimpin untuk masa depan.

“Fasilitas yang disediakan dalam ABN ini sangat mewah atau setara dengan hotel bintang empat dan lima, maka tidak tanggung-tanggung untuk anak-anak yang masuk dalam pendidikan ini adalah anak-anak yang benar-benar memiliki wawasan kebangsaannya sangat kuat,” paparnya.

Menurut Mathius, mereka yang ikut di ABN ini dipersiapkan dengan kedisiplinan yang tinggi untuk mengawal NKRI dan juga dipersiapkan menjadi pemimpin.

Setiap empat bulan sekali daerah akan mengirim utusannya. Nanti untuk angkatan III ABN ini khusus untuk perempuan. Kalau berdasarkan kuota yang diberikan itu sebenarnya hanya 4 sampai 5 orang saja.

“Tetapi, kemarin kita dari Papua mengirim utusan itu lebih, yakni hampir 30 orang yang kita kirim. Karena mereka memberikan prioritas dan juga permintaan-permintaan kita dari sini, supaya lebih banyak anak-anak Papua yang bisa masuk di ABN ini, tandasnya. (Irf /Koran Harian Pagi Papua)