Kini Fokus Kerja Pengacara, Christian Arebo Minta Maaf Untuk Gubernur Papua

0
115
Jan Christian Arebo, SH, MH., (istimewa)
Christian Arebo, SH, MH., kini fokus kerja sebagai pengacara dan meminta maaf atas sikap yang salah untuk semua orang dan terlebih khusus kepada Gubernur Papua. (istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Christian Arebo secara dewasa sebagai anak Papua meminta maaf kepada Gubernur Papua, atas sikapnya yang beberapa waktu lalu memposting hal – hal yang menyangkut privasi pemimpin nomor satu di Bumi Cenderawasih ini, tentunya sekaligus undur diri secara resmi dari relawan Sahabat Korano dan lebih memilih fokus pada dunia kerja sebagai pengacara di Papua.

“Saya sampaikan permintaan maaf atas perbedaan pandangan yang sudah terjadi baik dalam keadaan sadar maupun tidak yang sudah saya lakukan melalui media sosial beberapa minggu sebelumnya,” ujar Sekretaris Pemuda Adat Papua, Christian Arebo, SH, MH., , di Jayapura, Senin (24/7/2018).

Dikatakan, apa yang terjadi tentunya ada banyak pelajaran dan sebagai anak muda Papua perlu banyak belajar di panggung politik.

“Saya sudah mulai memahami dan menyaring berbagai informasi dari para bakal calon gubernur Papua yang akan maju di Pemilihan Gubernur Papua nantinya,” akuinya.

Ditegaskan, bahwa dalam konteks Papua kedepan butuh pemimpin yang tegas dan mempunya prinsip untuk berpihak kepada masyarakat.

“Kita tidak butuh pemimpin yang tidak punya kepastian dalam komitmen, karena itu saya mengajak semua masyarakat Papua untuk mendukung putra dan putri terbaik Papua yang siap meramaikan pesta demokrasi Pilgub di tanah Papua 2018,” ajaknya.

Diakui, apa yang dilakukan sebagai fungsi control, namun tetap menyampaikan permohonan maaf.
“Secara pribada saya sampaikan permohonan maaf kepada Bapak Gubernur Papua yag mana akhir – akhir ini saya gencar mengkritik beliau dalam kebijakan dan program kerja,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya menegaskan, bahwa secara resmi sudah mengundurkan diri dari Relawan atau Sahabat Korano.

“Saya resmi sudah keluar, karena ingin fokus dalam tugas saya sebagai pengacara, demikian semua ini menjadi proses belajar dari saya untuk lebih dewasa kedepannya, tentunya melihat sikap Gubernur Papua adalah kesantunan politik, sehingga mendorong saya unutuk meminta maaf dan memilih fokus kini pada dunia advokat Papua,” tandasnya. (*)