JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Ketua Panitia Pelaksana (Panpel), Persipura. Liga 1 Gojek Traveloka Matias B. Mano mengatakan, sampai dengan saat ini di pertandingan terakhir menghadapi PS. TNI dan terakhir akan menghadapi partai away melawan Sriwijaya FC. Semua pertandingan berjalan aman dan lancar sesuai dengan apa yang di inginkan oleh Panpel.

Sampai saat ini, di putaran pertama pertandingan kita di laga Home/tuan rumah, semua berjalan dengan lancar dan baik, sesuai dengan apa harapan Panpel, karena suasana pertandingan di setiap laga kandang itu dapat kita selesaikan dengan baik, bagi kedua tim yang bermain. Tuan rumah maupun tim tamu yang datang bertandingan di kandang Persipura.

“Tujuan kita juga dapat tercapai di mana kedua tim yang bermain, bisa bermain dengan tenang dan tidak ada kekacauan yang terjadi, dan para penonton juga bisa dapat terhibur dengan pertandingan yang berlangsung, di mana bisa mendapatkan tempat yang nyaman,” tutur Ketua Panpel Matias B. Mano, Minggu (23/7/2017).

Lanjut Mano, memang tidak semua pertandingan berjalan mulus begitu saja, memang ada dua atau satu pertandingan yang penontonnya belum dewasa dengan melakukan aksi-aksi yang kurang terpuji. Di mana apa yang sudah di himbau dari kami Panpel, seperti melakukan pelemparan ke dalam lapangan, walaupun petasan sudah tidak di bunyikan dan laser sampai sejauh ini tidak ada, itu semua sudah bagus.

Suasana Pertandingan Persipura lawan PS. TNI, kedua bermain keras dan saling enyerang, namun Persipura menang dengan skor tipis 2 – 1 di Lapangan Mandala (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

“Kami juga Panpel bekerja sama dengan Persipura mania untuk membantu mengontrol kondisi di lapangan, bisa kondusif, terutama untuk penonton, memang di pertandingan waktu melawan Perseru juga agak sedikit tercoreng melawan Perseru Serui. Karena memang sudah di antisipasi sejak meeting, memberi tahu kepada manajemen Perseru untuk tidak melakukan pelemparan, pembakaran, bermain laser. Namun pelemparan yang terjadi itu di mana pendukung Perseru melakukan pelemparan, sehingga kurang lebih memancing satu atau dua penonton, yang juga melakukan aksi pelemparan. Kalau untuk Persipura mania tidak melakukan pelemparan dan mereka sangat mendukung timnya,” ungkapnya.

Terkait dengan jadwal pertandingan, kami juga ada sedikit kendala dengan jadwal yang di berikan PT Liga, yang pertama ada pada masalah Kick Off.

“Kick Off yang di berikan PT Liga itu rata-rata akan di pertandingkan jam 6 atau 8 malam, 16.00 atau 18.00 WIB, dua jam kedepan, otomatis di sini sudah gelap, jadi ini juga yang menjadi pertimbangan dari pihak keamanan tidak bisa memberikan rekomendasi dan ijin karena faktor keamanan. Di mana kalau terjadi kerusuhan, keributan, ini akan berujung bukan hanya kerusuhan biasa, tetapi berimbas dan berkaitan dengan masalah-masalah politik, nah ini sangat riskan sekali dan bahkan kedua bela pihak akan sangat di rugikan sekali, dari pihak kemanan maupun dari yang melakukan tindakan-tindakan yang kurang baik,” jelas Mano.

Di waktu pertandingan pembukaan itu ada sedikit, terjadi masalah karena siaran langusng di mana mereka meminta agar tetap pertandingan di mulai jam 5, tetapi dari pihak keamanan sendiri mau tetap pertandingan di putar stengah 4 sore, karena kondisi waktu selesainya itu tidak terlalu gelap atau malam hari di mana lawan Barito Putra juga bulan puasa dan mereka minta jam 8 malam terjadi komunikasi dan harus mundur sedikit dari waktu yang di tentukan.

Suasana Pertandingan Persipura lawan PS. TNI,

“Dalam laporan-laporan kami juga, kita sudah sampaikan ke PT Liga, di mana tetap pertandingan di Mandala 15.00 jam setengah 4 sore WIT, nah itu terkait Kick Off. Kami juga dari pihak penyelenggara juga punya harapan di putaran kedua nanti, kami bisa di berikan jadwal untuk bertanding di hari Jumat dan Hari Sabtu, kenapa di hari Jumat dan Sabtu karena waktu Kick Off kita yang di pukul 15.30 Wit itu sangat berpengaruh kepada teman-teman yang masih bekerja. Selama ini di putaran pertama paling banyak kita dapat jadwal di hari Senin, Selasa dan Rabu,” bebernya.

“Nah kalau hari Minggu kita tahu mayoritas di Papua ini kan, Kristen jadi ini juga sangat mengganggu teman-teman yang mau beribada dan sebagainya. Jadi kita berharap di putaran kedua bisa di berikan waktu untuk jadwal di hari Jumat dan Sabtu sehingga membantu di hari Kamis sudah bisa distribusi karcis,” imbuhnya.

“Terkait dengan jadwal Live sendiri, dari Broadcast TV One itu, kita berharap juga bisa di sesuaikan dengan waktu kita di Jayapura. Kita juga harapkan agar ada kerja sama denGan kita Panpel, nah dan saya dengar lagi informasi bahwa untuk Juara sekarang itu di nilai berdasarkan rating TV,” ucapnya.

“Ini kan sesuatu yang sangat lucu sebenarnya bagi kami, orang awam juga pasti tahu bahwa suatu pertandingan itu, pasti yang juara itu yang dapat hadiah atau uang, bukan karena ratingnya. Untuk apa kita main cape-cape tapi lalu di nilai berdasarkan ratingnya. Mendingan jadi artis saja semua. Kita siapkan perangkatnya untuk shoting begitu. Kalau mau begitu kan kita tidak usah datangkan penonton dan bisa sulap saja untuk mengejar rating, dan ini juga yang sangat disesalkan dari kami Panpel,” ungkap Mano.

Harapan kami ini bisa di lihat oleh PT Liga, untuk kebijakan-kebijakan yang di ambil, dan ini yang membuat kami sangat merasa lucu, dengan kebijakan seperti ini. Koq bisa salah satu tim juara tetapi tidak mendapatkan apa-apa namun di hitung dari Ratingnya. Kalau misalnya saja Persib kalau Juara 2 bisa mendapatkan uang, karena ratingnya tinggi, terus Persipura kalau Juara tidak mendapatkan apa-apa.

Suasana Pertandingan Persipura saat menghadapi Perseru di Lapangan Mandala, harus puas berbagi satu poin. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

“Jadi itu beberapa hal yang bisa kami Panpel sampaikan di putaran pertama, namun putaran pertama sejauh ini, kita pihak Panpel sudah bekerja semaksimal mungkin untuk menjaga semaksimal mungkin untuk menjaga kondisi Stadion Mandala di setiap pertandingan yang kita gelar di sini,” tutup Matias B. Mano. (Geis Muguri /Koran Harian Pagi Papua)