Berkas P21 Thomas Ondi Diserahkan ke Kejati Papua

0
128
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal, saat berikan keterangan pers. (Roy)
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kama, saat berikan keterangan pers. (Roy)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –< Setelah memenuhi persyaratan berkas perkara tersangka Bupati Biak Numfor, Thomas Alva Edison Ondi, kepolisian hari ini akan melakukan P21 ke Kejaksaan Tinggi Papua untuk kesekian kalinya.

“Kami akan kembali menyerahkan berkas perakara P21 Thomas Ondi ke Kejaksaan Tinggi Papua. Karena petunjuk yang diminta oleh jaksa sudah dipenuhi oleh kejaksaan,” ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, kepada wartawan, Senin (24/7/2017)..

Pengembalian berkas P19 dari jaksa, kata Kamal, sudah dua kali dikembalikan kepada penyidik. Sehingga, pihaknya berkeyakinan petunjuk jaksa yang sudah dipenuhi penyidik bisa diterima.

“Kalau berkas P21 dianggap lengkap. Maka segera kami melakukan tahap II, penyerahan barang bukti dan tersangkanya. Harapan kami berkasnya tak dikembalikan lagi, sehingga proses selanjutnya bisa dilakukan, hingga sampai ke pengadilan,” paparnya.

Kamal menjelaskan, menangani kasus tindak pidana korupsi itu gampang-gampang susah. Apalagi dalam melengkapi berkas perkara dibutuhkan keteranga saksi-aksi dan mengumpulkan barang bukti serta meminta tanggapan saksi ahli.
Disinggung apa materi petunjuk yang disampaikan jaksa, Kamal enggan menjelaskannya ke media.

“Saya pikir itu tugas penyidik, tidak usah disampaikan ke publik. Pastinya apa pun yang diminta jaksa, akan dipenuhi oleh penyidik,” paparnya.

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah berupaya mengikuti keinginan jaksa atas penuntasan kasus dugaan korupsi yang dilakukan Bupati Biak Numfor Thomas Alva Edison Ondi.

“Perkaranya tetap lanjut. Saat ini berkas kita dikembalikan. Penyidik kita lagi coba menuntaskan apa keinginan jaksa. Kita juga akan melengkapinya,” pungkasnya.

Beredar isu Kejaksaan Tinggi Papua menginginkan adanya tersangka lain atas kasus ini, Kapolda hanya menjawab pihaknya terus mendalami setiap keterangan dari saksi-saksi. “Kalau ada, kita akan cek siapa yang bisa ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Fachrudin Siregar, saat diwawancara. (Erwin).

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Fachruddin Siregar menuturkan terhadap kasus ini, pihaknya masih meminta kepolisian untuk melengkapi petunjuk yang diserahkan jaksa.

“Kalau berkas perkaranya belum lengkap, kita kembalikan, lalu jaksa memberikan petunjuk. Apa itu petunjuknya, kami tak usah sampaikan,” jelasnya ketika di hubungi melalui telepon celulernya.

Disinggung apakah benar petunjuk dari kejaksaan kepada kepolisian meminta ada tersangka lain atas kasus ini, Siregar menjelaskan tak ingat percis apa petunjuk yang diminta jaksa kepada kepolisian. “Saya tak ingat, jaksa yang tau,” katanya.

Sementara ditanya apakah kasus ini cukup berat untuk di tuntaskan, Siregar mengatakan kasus ini tidak susah. “Sejauh berkasnya sudah lengkap, tentunya kita akan proses. Sekarang kita masih butuh berkas perkaranya agar dilengkapi,” tegasnya.

Menyangkut demo yang digelar masyarakat Biak, Siregar sama sekali tidak mengetahuinya.
“Saya tidak tau kalau kantor saya hari ini didemo,” katanya.

Sebatas diketahui, Polda Papua telah menetapkan Bupati Biak Thomas Alfa Edison Ondi sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Mamberamo Raya Tahun 2011-2013 yang merugikan negara hingga Rp. 84 Miliyar.
Thomas Alfa Edison Ondi sendiri dijerat dengan Pasal 2 dan 3 UU RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 (1) KUH Pidana dan Pasal 3 UU RI No.8 Tahun 2010 tantang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (jrp /Koran Harian Pagi Papua)