PAG Minta Bupati Mimika Perjelas Masalah Guru Honorer

0
6
Habelino Sawaki, saat menyampaikan keterangannya. (istimewa)

Habelino Sawaki, saat menyampaikan keterangannya. (istimewa)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Adanya viral di media maya yang berkembang menggambarkan seorang guru sedang menangis dan difoto oleh seorang pejabat mendapat berbagai tanggapan dan menjadi perbicangan hangat yang ikut disikapi oleh Perhimpunan Anak – Anak Guru.

Perwakilan Perhimpunan Anak – Anak Guru, Habelino Sawaki mengatakan, bahwa terkait dengan viral yang berkembang di media social dalam hal ini perlakuan yang diterima pa guru Gerard, oleh salah satu birokrat di Kabupaten Mimika.
“Ini tidak pantas dan tidak seharusnya dilakukan oleh seorang birokrat atau seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), apalagi mengurusi hak – hak dan kesejahteraan guru,” jelasnya.

Pihaknya meminta , agar Bupati Mimika, Eltinus Omaleng memanggil yang bersangkutan untuk perjelas dan mengkonfrontir berita dari Paguru Gerard.
“Apabil terbukti bersalah, maka harus diganti saja,” katanya.

Apalagi yang bersangkutan terbukti melalukan perbuatan yag tidak pnatas, maka kami minta yang bersangkutan di copot saja, Dan diganti dengan orang baru yang punya hati urus pendidikan.

Sebelumnya, Sebuah foto mengharukan dengan penggalan judul “Nasib Guru Honorer di Timika” yang diunggah oleh akun Facebook Vensca Virginia Ginsel pada 18 Juli 2017 sore, viral. Foto tersebut memperlihatkan seorang guru honorer menangis di hadapan pejabat dinas pendidikan.
Si pengunggah foto, akun Vensca Virginia Ginsel, menjelaskan pria itu menangis meratapi nasib insentifnya karena terancam tak dibayarkan. Sementara pria di depannya, merupakan pejabat Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah Kabupaten Mimika.

Berikut keterangan dalam foto yang diunggah oleh akun Vensca: Nasib Guru Honorer di Timika; Harus meratap dgn tangisan di depan pejabat Dinas Pendidikan Dasar hanya utk menuntut hak pembayaran Insentif mereka.

“Sy menangis lihat kejadian ini. Sungguh! Air mata sy tidak tertahankan. Pengorbanan guru2 honorer untuk mencerdaskan generasi bangsa di Kab. Mimika dibayar dgn sebuah kebijakan yg diskriminatif dan perilaku pejabat yg tidak simpatik,” tulisnya. (***)