Pembangunan Venue PON XX 2020 di Biak Dalam Tahap Pembebasan Lahan

0
8
Ilustrasi Sejumlah Atlet Papua perahi prestasi emas di PON XIX 2016 lalu di Jawa Barat . (Eveerth Joumilena / Koran Harian Pagi Papua)

Bupati Biak Numfor, Thomas Ondy, saat kegiatan (Erwin)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memastikan siap mendukung dan menggelar pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di “kota karang” tersebut.

“Intinya kami sedang mengupayakan ke beberapa marga yang merupakan pemilik hak ulayat. Kita harap hal inisegera diselesaikan, selanjutnya jika sudah rampung maka akan segera dilakukan pembangunan,” terang dia di Jayapura, Selasa (18/7/2017) kemarin.

Meski begitu, Bupati Biak, Numfor Thomas Ondy mengaku, proses pembangunan venue masih dalam tahap pembebasan lahan.
“Seperti di Oridet dan Biak Timur (yang masih dalam tahap pembebasan lahan). Kemudian untuk venue lain, menggunakan Bandara Kaisiepo untuk cabor Aero Modelling,” katanya.

Dia menjelaskan, Kabupaten Biak Numfor hanya membangun satu venue di Kabupaten Biak. Sebab untuk penyisihan sepak bola, masih akan menggunakan stadion Mandala atau stadion lama.

“Makanya untuk membangun venue kemungkinan hanya untuk cabor Hoky. Karena kita belum ada lapangan sebelumnya, maka tentu harus dibangunkan stadion yang baru,” tuturnya.

Ilustrasi Sejumlah Atlet Papua perahi prestasi emas di PON XIX 2016 lalu di Jawa Barat . (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

Dia menargetkan, pembangunan gedung ini akan selesai tepat waktu sebelum perhelatan PON XX 2020 dimulai. “Sebab saat ini tinggal kita selesaikan dengan marga pemilik tanah. Yang jelas, tahun ini sudah kita anggarkan dalam APBD untuk pembayaran tahap awal pembangunan venue. Setelah itu baru kita laporkan ke Gubernur,” kata dia.

Sementara mmasalah penggunaan lahan untuk Aeromodelling, dia mengaku sudah tak ada masalah namun masih akan berkoordinasi dengan pihak Badan Anggaran DPRD Kabupaten Biak Numfor. Sebab pihak TNI AU setempat sudah menyatakan kesiapan menggunakan bandara kaisepo.

“Yang jelas untuk cabor aeromodelilng sudah tidak ada masalah. Kita tingga tunggu persetujuan dari pihak angkasapura. Bila sudah ada persetujuan maka tinggal melaksanakan,” ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua I KONI Pusat, Suwarno mengatakan tuan rumah PON 2020 di Papua bisa dipindahkan jika sampai 2018 venue tidak siap. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)