KPK Imbau Kabupaten dan Kota di Bumi Cenderawasih Perangi Korupsi

0
3
Ilustrasi ASN di lingkungan Pemprov Papua saat mengikuti apel gabungan di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin pagi. (Erwin)

Koordinator Supervisi Pencegahan KPK Wilayah Papua, Maruli Tua (paling kanan), menyampaikan materi dalam satu kesempatan. (Erwin)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau pemerintah kabupaten dan kota di Bumi Cenderawasih, untuk memerangi korupsi di masing-masing wilayahnya.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Supervisi Pencegahan KPK Wilayah Papua, Maruli Tua, pada kegiatan Review Program Pemberantasan Korupsi, Penandatanganan Rencana Aksi dan Penandatanganan Berita Acara Penyerahan Source Code E-Planning Pemerintah Provinsi Papua kepada 8 Kabupaten dan 1 Kota, di Jayapura, Selasa (18/7/2017).

Meski begitu, dirinya mengimbau agar pemerintah kabupaten dan kota membiasakan untuk memerangi keluarga mulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.

“Sebab ketika bila memulai dari keluarga, kita terbiasa membentengi diri kita dari ancaman tindak pidana dan praktik korupsi. Intinya lingkungan keluarga ini memiliki peranan yang sangat penting dan krusial dalam upaya mencegah korupsi,” katanya.

“Sebab bila kita memulai dari hal kecil dan berkomitmen memerangi korupsi mulai dari lingkungan keluarga, maka lambat laun kita akan terbiasa memerangi korupsi hingga ke akar-akarnya,” ucap dia.

Pada kesempatan itu, pihaknya mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Papua yang dinilai sangat berupaya keras untuk mencegah pemberantasan korupsi. Meski begitu, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan kedepan.
“Sebab kembali lagi virus korupsi ini sudah masuk sampai ke dalam lingkungan keluarga. Makanya, mulai dari sekarang , istri tidak perlu takut menanyakan gaji suami,” ucapnya.

“Sehingga istri bisa segera menanyakan kepada suami bila gaji yang diserahkan tidak sesuai dengan nilai sebenarnya. Jangan hanya diam, tapi menanyakan sisanya dipergunakan untuk apa. Dengan begitu kita mulai mencegah suami melakukan korupsi atau hal merugikan lainnya,” tutur dia. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)