KLHK Kuatkan Sistem Pengendalian Internal untuk Wujudkan Good Governance

52
Ilustrasi Hutan Sagu Disekitaran Danau Sentani di Kampung Ayapo (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

Presiden Indonesia, Joko Widodo, bersama para menteri, dalam sebuah kegiatan (Istimewa)
JAKARTA (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka meningkatkan kepatuhan dan penguatan pengendalian internal lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta untuk mewujudkan good governance dan clean government, KLHK menggelar Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) KLHK di Jakarta (21/07/2017).

Ada yang berbeda dalam Rakorwas kali kedua ini, yaitu dilakukannya penandatanganan secara serempak Deklarasi Kepatuhan dan Penguatan Pengendalian Internal, oleh seluruh peserta Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I), Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), dan para Administratur (Eselon III).

Membuka arahannya, Menteri LHK Siti Nurbaya memberi apresiasi atas antusiasme para peserta dalam menandatangani Deklarasi tersebut.
“Saya berterima kasih dan bergembira bahwa deklarasi ditandatangani oleh kita semua dengan terbuka dan senyum”, ungkap Siti Nurbaya.

Siti Nurbaya menyampaikan agar Rakorwas dapat dilakukan setiap triwulan, sebagai upaya perbaikan terhadap kinerja KLHK, khususnya dalam pengawasan akuntabilitas di bidang politik dan pengawasan sosial. Deklarasi ini, menurut Siti Nurbaya, merupakan langkah-langkah menuju perbaikan, dan harus mendapatkan nilai konkrit dari reformasi yang telah dilakukan.

“Pelaksanaan Rakorwas adalah untuk melakukan langkah korektif, apa yang kurang baik harus diperbaiki, dan sekaligus sebagai momentum penguatan korps KLHK. KLHK memiliki sosok/lembaga yang diharapkan sangat besar oleh publik, kita memiliki banyak potensi sumber daya dan berbagai inovasi”, ujar Siti Nurbaya.

Siti Nurbaya juga menghimbau agar penguatan korps yang merupakan ciri rimbawan, harus terus menerus diperbaiki, dilakukan koreksi menurut koridornya, dan jangan saling menghancurkan. “Terdapat tiga aspek yang perlu diperbaiki dalam hal ini, yaitu jangan ada unsur melawan hukum, tertib administrasi dan tertib anggaran”, pesan Siti Nurbaya.

“Akuntabilitas, transparansi dan integritas merupakan unsur yang saling terkait, yang ujungnya dapat mengarah kepada korupsi. Akuntabel mensyaratkan transparansi yang didukung dengan integritas, hal ini perlu kita jaga dan perhatikan”, tegas Siti Nurbaya.

Selain itu, Siti Nurbaya juga menambahkan, dalam kegiatan operasional di tingkat tapak, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, pertama, akuntabilitas politis, yaitu sasaran fungsional dari kegiatan kita terhadap sosial masyarakat, kedua, akuntabilitas finansial, dan ketiga, akuntabilitas dalam keterbukaan informasi publik.

Sampai dengan tahun 2016, hasil pengawasan internal KLHK menyatakan 94,66% rekomendasi telah tuntas, dan Siti Nurbaya berharap tahun depan akan lebih baik lagi, serta tidak ada temuan-temuan yang berulang. Berkenaan dengan prestasi KLHK dalam meraih PNBP juara tertinggi, untuk sektor sumber daya alam di tahun 2017, Siti Nurbaya berpesan agar jangan melupakan sistem pengendalian internal yang telah dibangun.

“Kita masih punya PR (pekerjaan rumah) untuk mengontrol dan memperbaiki administrasi aset, dan kewajiban dalam menyelesaikan tindak lanjut. Banyak hal telah dilakukan dengan cukup baik, dan kemajuan fungsional yang dapat dirasakan oleh publik, namun agar dapat lebih konkrit, maka perlu pengembangan sistem-sistem lebih lanjut”, tutur Siti Nurbaya. Agar terjalin sistem pengendalian internal yang baik, Siti Nurbaya mengingatkan agar pentingnya komunikasi ‘one step up, two step down’, untuk menyamakan arah dan visi dalam pekerjaan.

Di akhir arahannya, Siti Nurbaya menyampaikan bahwa sistem pengendalian internal tidak lain dibangun untuk semakin memperbaiki, memberikan kenyamanan dalam bekerja, dan meningkatkan kualitas SDM KLHK.

“Tolong ikuti Peraturan Menteri LHK untuk pengendalian internal, termasuk apabila terjadi benturan kepentingan. Saat ini KLHK telah membentuk tim pemberantasan pungli, dan perlu ditindaklanjuti dengan identifikasi potensi-potensi rawan pungli di rantai bisnisnya KLHK”, pungkas Siti Nurbaya.(*)