KPK RI Apresiasi Kinerja Pemkot Jayapura Untuk Pelayanan Satu Pintu

0
2

Kasatgas Koordinasi Supervisi dan Pencegahan KPK RI, Tri Gamareva , bersama Wali Kota Jayapura, diikuti Sekda RD Siahaya dan rombongan lainnya, saat memasuki rungan aula walikota. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Koordinasi Supervisi dan Pencegahan KPK RI, Tri Gamareva menyampaikan terimakasih untuk Pemerintah Kota dalam hal ini kepada Bapak Wali Kota Jayapura yang dengan melakukan pelayana satu pintu telah ikut menciptakan pelayanan terbaik dalam pencegahan korupsi.

“ini merupakan kegiatan pencegahan korupsi yang dilakukan KPK, sehingga bisa melakukan perbaikan tata kelola di Provinsi Papua,” ujar Tri Gamareva, saat diwawancara, Kamis (20/7/2017).

Menurutnya, pelayanan yang dilakukan Pemerintah Kota Jayapura diantaranya mampu menerapkan pelayanan yang terintegrasi antara perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Melalui pelayanan yang baik di maksud mampu mencegah korupsi, gratifikasi karena banyak pejabat yang menggunakan kewenangan untuk kepentingan sendiri,” ucapnya.

Wali Kota dan Ibu Tri, saat memukul tifa sebagai tanda pembukaan Workshop Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dengan tema Melayani Bukan Dilayani, di Aula Walikota, Rabu (Eveerth Joumilena)

Disampaiakn, bahwa tata kelola pemerintahan yang baik di lingkungan Pemda Kota Jayapura membuat kebanggaan tersendiri bagi warganya, yang tidak sia-sia memilih pemimpin.

Dengan penghargaan pelayanan publik terbaik ini, kata Eva, sapaan akrabnya, bahwa embrio atau jurus-jurus yang dimiliki Pemda Kota Jayapura bisa segera tertularkan kepada setiap kabupaten di Papua atau bisa menjadi motivasi.

Terlepas itu, Eva meminta kepada masyarakat setempat, untuk ikut terlibat dalam hal pelayanan, merasa memiliki sehingga pembangunan di Kota Jayapura menjadi lebih baik.

Dikatakan, setelah identifikasi, sehingga dipandang perlu untuk share untuk praktek terbaik, misalnya e – planing dan e-budgeting untuk share ke kabupaten dan kota.

Workshop Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dengan tema Melayani Bukan Dilayani, di Aula Walikota.

“Sedangkan pelayanan terbaik satu pintu, segala pelayanan terbaik satu pintu, kita bisa mengikuti dari Pemerintah Kota Jayapura, memang banyak di daerah lain di Makassar dan daerah Jawa, namun pimpinan KPK mengharapkan ambil contoh terdekat dan selanjutnya akan lebih efisien dan bisa lebih dekat budaya local akan lebih sesuai,” tuturnya.

Dirinya menuturkan, Kota Jayapura adalah contoh terbaik,sehingga kabupaten lain juga harus bisa , kemudian kenapa kita intens melakukan planning dan mendorong aplikasi secara online, Karena pelayanan satu pintu cerminan dari daerah untuk orang yang datang, yakni investor yang datang, sehingga perlu dibenahi.

“Terkait keterbukaan pelayanan , misalnya belum ada domain atau aplikasi, sehingga perlu upload yang dimiliki semua di tampilkan, sehingga sebelum dina PTSP mempunyai website tersendiri bisa di upload, agar investor datang, bisa menjadi hal menarik bagi daerah yang didatangi, misalnya di daerah Yapen daerah perikanan dan pariwisata,” katanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) mengapresiasi kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Jayapura terutama dalam hal pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini bisa menjadi contoh bagi Kabupetan di Papua karena dari lokal sendiri,” kata Tri Gamareva di kantor Wali Kota Jayapura.

Sementara itu, Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura R.D. Siahaya meminta kepada 28 kabupaten di Papua agar meniru semua hal terkait pelayanan di Kota Jayapura sehingga hak-hak masyarakat di kabupaten bisa terpenuhi.

Hal senada juga menjadi ajaan dari Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., agar daerah – daerah lain yang ada di Papua bisa dating beljar secara gratis.

“Jangan karena kita sama – sama di Papua jadi malu untuk belajar, sebab sudah ada 16 daerah di Papua dan Indonesia yang datang belajar, jadi datang dan belajar kita layani secara gratis, karena saya berkomiten jadikan Kota Jayapura menjadi Agent of Change atau Kota Perubahan Peradaban di Papua,” tandasnya. (Eveerth Joumilena)