Bupati Wetipo Tegaskan Ijin Operasi Pesawat Tri M.G Akan Dibekukan

Nampak Sayap Pesawat Yang Patah Dan Ban Pesawat Try MJ Yang Terlepas Sejauh 100 Meter Sebelum Pesawat Berhenti. (Ema)
WAMENA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya memastikan akan membekukan ijin penerbangan maskapai penerbangan milik Tri M.G Asia Air Lines di Wamena.

Hal ini dilakukan pasca tergelincirnya pesawat kargo milik Tri M.G Asia Air Lines dengan seri PK-YGG yang terjadi di bandara Wamena Selasa (18/07/2017) siang lalu merupakan kecelekaaan yang ke empat kalinya dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, dan fatal karena mengalami kerusakan yang cukup berat.

“Jadi untuk sementara kita akan mencabut rekomendasinya, Tri M.G untuk sementara tidak boleh beroperasi sebelum memperbaiki system managemennya,” kata Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo, SH,MH kepada wartawan di Wamena, Rabu (19/07/2017).

Menurutnya, tidak hanya Tri M.G tetapi pemerintah daerah juga akan memberikan peringatan kepada beberapa operator penerbangan yang beroperasi di Wamena. Mengingat beberapa minggu sebelumnya pesawat kargo milik maskapai My Indo juga mengalami hal yang sama.

Lanjut bupati dua periode ini, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi semua rekomendasi yang telah dikeluarkan.

“Jadi pesawat yang sering kecelakaan untuk sementara tidak operasi di Wamena dulu, karena bandara ini kalau sudah terluka seperti ini, maka pesawat lain yang ingin mendarat apalagi pesawat penumpang pasti akan berpikir lagi,” ungkap bupati Wetipo.

Tergelincirnya pesawat kargo milik Tri M.G Asia Air Lines dengan seri PK-YGG yang terjadi di bandara Wamena, Selasa (18/07/2017) (Ema)

Lanjutnya, berdasarkan analisanya kecelakaan kemarin merupakan factor human error akibat kelebihan muatan.

“Ini hanya factor human error saja, kecelakaan yang kemarin terjadi sebenarnya tidak perlu terjadi tapi karena kita yang mengangkut barang tidak jujur,” katanya.

“Saya menganalisa sementara walau bukan orang KNKT tapi saya berkesimpulan sementara bahwa itu overload, karena pesawat baik-baik saja begitu juga dengan landasan tapi bisa keluar dari landasan itu
karena kelebihan muatan,” paparnya.

Dikatakannya dalam mengangkut barang setiap pesawat memiliki batas kapasitas daya angkut sehingga jangan dipaksanakan.

“Silahkan cari uang tetapi dengan cara yang lebih elegan, jangan paksakan keadaan yang berujung pada rusaknya infrastruktur, kan sayang,” cetusnya.
Masih lanjut bupati yang juga memastikan diri maju dalam pencalonan gubernur ini dipastikan minggu depan sudah keluar surat pembekuan ijin. Pemerintah juga sudah menyurati operator penerbangan yang bersangkutan untuk tidak beroperasi dulu di Wamena.

Lebih jauh dikatakannya, dengan kejadian ini pemerintah juga akan menyoroti pemerintah daerah dalam hal pemberian rekomendasi ijin untuk penerbangan kargo ke Wamena.

“Jadi saya pikir ini harus dikeluarkan, saya harap meskipun alih operator harus wajib lapor kalau tidak kita blokir,” tegasnya. (Vin /Koran Harian Pagi Papua)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...