Ratusan Guru di Wamena Aksi Damai Tuntut Pembayaran Haknya

0
9
Aksi Demo Yang Dilakukan Tenaga Guru Se-Kabupaten Jayawijaya Di Depan Halaman Kantor Dinas Pendidikan Jayawijaya , sebelumnya. (Ema)

Aksi Demo Yang Dilakukan Tenaga Guru Se-Kabupaten Jayawijaya Di Depan Halaman Kantor Dinas Pendidikan Jayawijaya (Ema)
WAMENA (LINTAS PAPUA) Ratusan Guru yang ada di Kabupaten Jayawijaya, memadati kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, dalam aksi damai menuntut pembayaran hak – haknya, Selasa (18/7/2017).

Rombongan para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Jayawijaya (PGRI) yang terdiri dari jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK telah berkumpul sejak jam 9 pagi waktu Wamena guna menyampaikan 6 hal penting terkait masalah hak-hak tenaga guru yang selama ini belum di bayar.

“Kami yang hadir di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya untuk mempertanyakan 6 hal penting kepada pimpinan terkait dana sertifikasi dan non sertifikasi tahun ajaran 2017, dana Honorarium USBN tahun pelaksanan 2016,2017, dana standar pelayanan minimum (SPM), Afirmasi ADIK/ADEM 2017 serta yang terakhir dana PIP,” ungkap Koordinator Demo Damai, Yerry Hisage, yang juga sebagai Ketua PGRI Kabupaten Jayawijaya.

Menurutnya, selama ini dana yang dialokasikan pemerintah Pusat sudah sangat jelas peruntukan nya bagi tenaga Guru khususnya yang ada di Kabupaten Jayawijaya, namun dalam kenyataannya yang selama ini terjadi belum ada realisasi yang nyata bagi kami tenaga guru di Kabupaten Jayawijaya.

Selain itu juga dana yang harusnya sudah diterima oleh para guru, belum dapat direalisasikan semua karena dinas belum melakukan pendataan, dimana untuk dana yang dimaksudkan seharusnya sudah diterima setiap 3 bulan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Bambang Budiandoyo memberikan apresiasi kepada para Guru yang santun dalam melakukan aksi demo damai.

“Memang perlu sekali -sekali untuk menyataklan demokrasisasi di dalam pemerintah, tentunya juga kami selaku dinas akan mengevaluasi yang telah disampaikan,” jelas Bambang.

Dijelaskannya, selaku Sekretaris Dinas, dirinya akan mencoba melakukan koordinasi dan membicarakan hal ini dengan pimpinan, sehingga apa yang menjadi tuntutan tenaga guru dapat di jawab dengan cepat. (Ema)